Kamis, 23 Nopember 2017

Bupati Banyuwangi Tidak Butuh Superman Tapi Superteam

Selasa, 10 Januari 2017 21:46:50 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Bupati Banyuwangi Tidak Butuh Superman Tapi Superteam

Banyuwangi (beritajatim.com) - Penerapan sejumlah strategi untuk membudayakan inovasi di lingkungan birokrasi di Pemerintahan Kabupaten Banyuwangi memang cukup baik. Langkah ini diambil oleh Bupati Abdullah Azwar Anas agar inovasi terbudayakan dan tersistem secara berkelanjutan.

"Birokrasi ini kunci program pembangunan. Tidak bisa kita one man show. Tidak butuh superman, tapi superteam. Jika kita one man show, pasti akan dehidrasi di tengah jalan. Ini karena pekerjaan membenahi daerah bukan seperti lari sprint alias adu cepat, tapi lari marathon alias adu ketahanan. Sehingga butuh kerja sama banyak pihak, butuh perubahan birokrasi, bukan sekadar aksi kepala daerah seorang diri," ujar Anas, Selasa (10/1/2017).

Menurut Anas, inovasi harus terlembagakan agar siapa pun pimpinannya atau siapa pun kepala daerahnya, inovasi terus berlangsung. Salah satu strategi yang ditempuh Anas adalah melibatkan seluruh jajaran di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) atau dinas-dinas untuk membahas program dan target secara bersama-sama.
"Kita kumpulkan SKPD dan mereka kita libatkan agar strategi dapat berjalan sesuai yang diharapkan," terangnya.

Anas mengatakan, pelibatan semua jajaran hingga level staf di bawah dilakukan sebagai bagian dari pembudayaan inovasi. Setelah rapat koordinasi, semua target ditandatangani bersama dengan waktu yang terukur. Langkah itu dilakukan untuk menyelaraskan gelombang menghadapi tantangan yang semakin dinamis.

"Semua kepala seksi dan kepala bidang ikut presentasi, artinya dia memahami programnya. Jadi inovasi tidak bergantung siapa kepala dinasnya atau siapa bupatinya, tapi inovasi memang sudah jadi kewajiban untuk meningkatkan kinerja birokrasi,” jelasnya.

Anas berharap, reformasi birokrasi bisa berjalan berkelanjutan. Tidak hanya sesaat berdasarkan siapa yang jadi pimpinan atau kepala daerah. "Dan terbukti ini efektif. Staf di bawah senang sekali bisa membahas program dan target bersama kepala daerah. Ini memacu semangat mereka. Mereka berlomba-lomba berinovasi," terang Anas.

Anas mencontohkan efektivitas dari pelibatan semua jajaran birokrasi. Dalam dua tahun terakhir, jajaran SKPD, kecamatan, hingga desa seakan berkompetisi dalam inovasi. WhatsApp Anas tiap hari dikirimi laporan program inovasi yang dijalankan. "Semua jajaran bersaing, tapi bersaing dalam konteks yang bagus, yaitu inovasi," katanya.

Contoh lainnya, sejumlah Puskesmas ikut berlomba-lomba membikin inovasi. Bahkan di antaranya sudah diakui hingga level pemerintah pusat. Demikian pula Dinas PU Bina Marga bikin Satgas Jalan Berlubang, Dinas Pertanian inovasi irigasi hemat air untuk cabai, dan sebagainya. (rin/kun)

Komentar

?>