Selasa, 25 Juli 2017

Pemkot Surabaya Buka Pusat Bimbingan Pra Nikah

Selasa, 10 Januari 2017 18:27:13 WIB
Reporter : Arif Fajar Ardianto
Pemkot Surabaya Buka Pusat Bimbingan Pra Nikah

Surabaya (beritajatim.com) - Warga Kota Surabaya yang memiliki masalah seputar keluarga, pendidikan ataupun yang memerlukan bimbingan sebelum menikah, tidak perlu bingung. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kini punya Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Surabaya. Kehadiran Puspaga ini selaras dengan predikat Surabaya sebagai kota yang mengedepankan kesetaraan gender, anti kekerasan perempuan dan anak juga perdagangan manusia. 

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan, penanganan masalah keluarga harus lebih komprehensif. Dikatakan Risma, selama ini bila ada masalah dengan anak, anaklah yang disalahkan semisal disematkan sebutan anak nakal. Padahal, keluarga punya andil dalam membentuk kenakalan anak semisal keluarga yang tidak harmonis dan tidak peduli kondisi anaknya.

“Padahal, permasalahan anak itu semakin lama semakin kompleks. Karena itu, kami siapkan wadah sehingga masalah itu bisa diselesaikan. Harapan saya, Puspaga ini bisa menjadi jujugan bagi keluarga yang mengalami masalah apapun. Dari mulai sebelum pernikahan sampai menikah, hingga punya anak. Semuanya bisa dikonsultasikan di sini,” tegas Risma .

Dalam kunjungan Puspaga yang berada di lantai II gedung Siola tersebut, Risma juga berbincang dengan beberapa pelajar yang hadir. Risma berpesan agar keberadaan Puspaga di Siola tersebut bisa disebarluaskan di kalangan pelajar melalui akun media sosial masing-masing.

“Sebarkan ke teman-temannya. Kalau ada masalah datang ke sini. Jangan malu atau takut,” sambung wanita yang sudah punya satu cucu ini.  

Peresmian Puspaga ini juga menambah fungsi Siola yang sebelumnya sudah difungsikan sebagai kantor beberapa SKPD Kota Surabaya. Bahkan, di lantai I Siola selama ini sudah difungsikan sebagai pusat pelayanan perizinan usaha dan juga pengurusan dokumen  kependudukan.

Dalam peresmian Puspaga tersebut, hadir Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Muhammad Iqbal, Kepala BNN Kota Surabaya, AKBP Suparti. Juga Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (Bapemas KB) Surabaya, Nanis Chairani, Kepala Dinas Pendidikan, Ikhsan, serta beberapa kepala SKPD di lingkungan Pemkot Surabaya. Ikut hadir Ketua Dewan Pendidikan Kota Surabaya, Martadi.

Seusai meresmikan, wali kota lantas meninjau Puspaga. Di ruang bermain anak, wali kota menyapa beberapa anak-anak yang sedang bermain bola. Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini kemudian berbincang dengan pelajar di ruang konseling anak. Juga memantau penyampaian materi oleh pemateri kepada beberapa ibu rumah tangga di ruang konseling hukum.

“Puspaga ini bukan sekadar melengkapi kota layak anak dan kesetaraan gender. Tapi juga bisa dikembangkan untuk hal lain semisal konsultasi ekonomi keluarga,” harapnya.

Kepala Bapemas KB, Nanis Chairani mengatakan, Puspaga memiliki beberapa ruangan yang disekat sesuai dengan fungsinya. Ada tempat untuk curhat, konseling anak, konsultasi hukum, hingga konsultasi mau menikah.

“Kita bisa bergandengan tangan dan memecahkan masalah secara bersama-sama,” ujar Nanis. 

Ketua Dewan Pendidikan Surabaya, Martadi mengapresiasi positif keberadaan Puspaga. Menurutnya, pendidikan sekarang ini tidak hanya pada tataran pendidikn formal tetapi juga pendidikan anak usia dini yang membutuhkan peran keluarga.

“Persoalan anak-anak itu disebabkan karena persoalan keluarga. Puspaga ini menjadi tempat untuk pembelajaran dan terus melakukan pelayanan pendidikan keluarga. Jadi yang diperhatikan bukan hanya kuratif, tetapi juga preventif nya,” ujarnya.

Martadi menyarankan, merujuk pada luasan wilayah Surabaya, Puspaga ke depannya tidak hanya berada di Siola. Tetapi juga punya agenda untuk mobile ke kecamatan-kecamatan yang lokasinya jauh dari pusat kota.

“Puspaga ini juga harus punya agenda untuk mendekat ke masyarakat. Supaya orang Benowo nggak perlu jauh-jauh ke sini. Puspaga beserta kru nya buat jadwal ke kecamatan mana, ada konsultasi. Sehingga penetrasi nya lebih terasa. Nanti bisa bekerja sama dengan camat atau PKK maupun LSM,” sambung Martadi. [rif/but]

Komentar

?>