Rabu, 20 September 2017

DPRD Jember: SMPN 3 adalah Peluru

Senin, 09 Januari 2017 22:17:28 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
DPRD Jember: SMPN 3 adalah Peluru

Jember (beritajatim.com) - Komisi D DPRD Jember memuji wali murid SMP Negeri 3 yang berani memprotes implikasi program pendidikan gratis Bupati Faida. Protes dan keluhan wali murid ini akan menjadi awal untuk menyelesaikan persoalan yang dimunculkan program pendidikan gratis.

Sejumlah wali murid mengeluhkan terhentinya program bimbingan belajar atau program intensif belajar (PIB) yang biasanya diberikan kepada siswa jelang ujian nasional. Program ini dilaksanakan di luar jam sekolah dan dana untuk honor guru pengajar diambilkan dari sumbangan wali murid.

Namun sejak pendidikan gratis diberlakukan, tak satu pun kepala sekolah berani meneruskan program ini. Padahal wali murid membutuhkan program tersebut agar para siswa lebih siap menghadapi ujian nasional.

"Kami ingin pendidikan berjalan sebagaimana harapan orang tua. Kendala sudah kami rasakan sejak awal. SMP Negeri 3 ini memang peluru untuk menyelesaikan masalah di SMP-SMP lainnya," kata Ketua Komisi D Hafidi.

Hafidi menegaskan, Dinas Pendidikan Jember belum mengeluarkan petunjuk pelaksanaan pendidikan gratis. "Alhamdulillah, hari ini kita menemukan (pengaduan wali murid SMPN 3 sebagai) modal besar untuk mengungkap tabir pendidikan di bawah pendidikaan gratis di Kabupaten Jember. Kami akan segera melangkah," katanya.

Wakil Ketua Komisi D Yudi Hartono mengatakan, permasalahan diawali dari kerangka pendidikan gratis. "Kalau janji politik, iya memang benar, karena masuk 22 janji (kampanye pilkada). Tapi yang dimaksud gratis, itu gratis bagaimana? Apa satu bulan pendidikan gratis cukup dianggarkan Rp 25 ribu atau Rp 35 ribu (per siswa)?" katanya.

Menurut Yudi, pendidikan gratis tetap harus memperhatikan standar. "Standarisasi pendidikan gratis harus ada kajian, berapa kebutuhan siswa tingkat SD dan SMP. Lalu APBD digelontor. Pendidikan gratis slogan saja. Arahnya ke sana tapi belum sampai. Jadi kalau ada kekecewaan, saya sangat memahami," katanya. Yudi berjanji akan mengundang perwakilan wali murid daru SMP lain dalam rapat mendatang. [wir/suf]

Komentar

?>