Jum'at, 15 Desember 2017

Gedung SMA PGRI Sumenep Batal Dibongkar

Selasa, 20 Desember 2016 13:43:59 WIB
Reporter : Temmy P.
Gedung SMA PGRI Sumenep Batal Dibongkar

Sumenep (beritajatim.com) - Bangunan lantai II SMA PGRI Sumenep yang menjadi 'obstacle' (penghambat) penerbangan di Bandara Trunojoyo, batal dibongkar tahun ini.

"Kalau kami sebenarnya sudah menganggarkan di APBD perubahan 2016 sebesar Rp 200 juta untuk pembongkaran lantai II SMA PGRI. Tapi ternyata tidak bisa dilaksanakan karena kami harus berkoordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lainnya," kata Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Sumenep, Bambang Irianto, Selasa (20/12/2016).

Bangunan SMA PGRI Sumenep dinyatakan sebagai 'obstacle primer' atau objek penghambat utama keselamatan penerbangan pesawat dari dan ke Bandara Trunojoyo.

Pada awal tahun 2016, Otoritas Bandara Trunojoyo telah meminta pemerintah daerah untuk segera merelokasi bangunan SMA PGRI setelah ada kepastian program perpanjangan dan pelebaran landas pacu pesawat.

Saat ini ujung landas pacu pesawat Bandara Trunojoyo yang berada di sisi barat, hanya berjarak sekitar 230 meter dengan bangunan SMA PGRI

Sementara Pemerintah Kabupaten Sumenep menyatakan bahwa relokasi bangunan SMA PGRI Sumenep akan dilakukan secara bertahap hingga 2017. Pada tahap awal di akhir tahin 2016, akan dilakukan pembongkaran lantai II SMA PGRI.

"Untuk teknis pembongkaran dan rehabilitasi gedung dua lantai itu memang ditangani oleh SKPD kami. Tapi untuk proses taksasi harga aset seluruh bangunan SMA PGRI dilakukan oleh SKPD lain," terang Bambang.

Ia mengungkapkan, beberapa waktu lalu pihaknya telah mendatangi pengelola SMA PGRI Sumenep untuk berkoordinasi dalam rangka persiapan awal untuk membongkar dan merehabilitasi gedung dua lantai tersebut.

"Ternyata pengelola SMA PGRI keberatan salah satu bagian gedungnya dibongkar dan direhabilitasi, karena mereka belum menerima hasil taksiran harga aset dari pemerintah daerah," ucapnya.

Otoritas Bandara Trunojoyo memastikan, aktivitas penerbangan pesawat komersil berkapasitas sekitar 70 orang tidak bisa dilakukan selama ada bangunan dua lantai milik SMA PGRI. Padahal pemerintah daerah maupun Otoritas Bandara Trunojoyo menginginkan agar aktivitas penerbangan pesawat komersil itu sudah bisa dilakukan pada awal 2017.

"Kalau kami dari Cipta Karya sebenarnya sudah siap. Bahkan untuk konsultan perencanaan juga sudah kami siapkan. Tinggal menunggu taksiran harga aset yang merupakan kewenangan SKPD lain. Tapi yang jelas ya tidak mungkin bisa dilakukan tahun ini," ungkap Bambang. (tem/ted)

Komentar

?>