Jum'at, 24 Maret 2017

Tahun ini, 32 Kecelakaan Terjadi di Perlintasan KA Tak Terjaga

Senin, 12 Desember 2016 20:14:16 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan

Jember (beritajatim.com) - PT Kereta Api Daerah Operasi IX mencatat sepanjang tahun 2016 hingga Minggu (11/12/2016) terjadi 32 kecelakaan di perlintasan kereta api yang tak terjaga.

"Sebanyak 28 orang luka berat dan 4 orang luka ringan. Kecelakaan terjadi di wilayah kerja kami, mulai dari Pasuruan hingga Banyuwangi," kata Humas PT Kereta Api Daerah Operasional IX Lukman Arif.

Jumlah perlintasan di Daop 9 adalah 378 buah, terdiri dari 102  terjaga dan 276 tak terjaga. "Filosofi pintu perlintasa dan penjaga pintu perlintasan itu untuk mengamankan perjalanan kereta api, bukan pengendara jalan raya," kata Lukman.   

Menurut Lukman, terjadinya kecelakaan diawali dari pelanggaran pemakai jalan raya terhadap rambu-rambu lalu lintas yang terpasang. "Sebelum melewati perlintasan kereta api, ada sekitar empat rambu yg telah tersedia dan harus diperhatikan oleh pengendara," katanya.

"Mulai dari jarak 50 meter sebelumnya, ada rambu pemberitahuan bahwa di depan ada rel kereta api, kereta api yang dilewati satu atau double, rambu kejut, sampai rambu stop. Semua itu harus diperhatikan dan ditaati pengendara ketika akan melewati perlintasan kereta api, baik yang terjaga ataupun tidak," tambah Lukman.

Lukman mengingatkan, sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, perlintasan sebidang antara rel kereta api dan jalan raya (perpotongan jalan) dibuat tidak sebidang (dibangun fly over ataupun under pass). "Itu kewajiban regulator (pemerintah). Namun karena butuh biaya besar, oleh pemerintah, dipasang early warning system (EWS) ataupun pemasangan rambu lalu lintas," jelasnya. [wir/kun]

Komentar

?>