Rabu, 24 Oktober 2018

Jauhkan dari Bank Titil, Warga Diberi ATM

Selasa, 15 Nopember 2016 17:41:44 WIB
Reporter : Misti P.
Jauhkan dari Bank Titil, Warga Diberi ATM

Mojokerto (beritajatim.com) - Sebanyak 848 penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Mojokerto dapat langsung menggunakan kartu ATM BNI untuk berbelanja kebutuhan hidup. Selain memiliki fungsi edukasi, bantuan sosial non tunai tersebut juga memiliki fungsi ekonomi dan menjauhkan warga dari bank titil.

Hal tersebut disampaikan Walikota Mojokerto, Mas'ud Yunus usai Penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai, PKH 2016 Kota Mojokerto di Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Selasa (15/11/2016).

"Program ini memiliki fungsi edukasi, sesuai misi kita mewujudkan Kota Mojokerto yang cerdas. Yakni dengan menggunakan kartu ATM tersebut, warga kota akan cerdas. BNI tidak hanya menyalurkan tapi juga mengajarkan mereka cara menggunakan," katanya.

Selain itu, juga fungsi ekonomi. Walikota menjelaskan, yakni bagaimana para penerima PKH bisa meminit pengeluaran yang sifatnya tidak hanya konsutif namun produktif. Harapannya, lanjut Walikota, dengan program ini seluruh penerima bantuan PKH bisa bersinergi kegiatan eknomi melalui program Kelompok Usaha Bersama (KUBE).

"Kecerdasan meningkat, kesejahteran meningkat dan pemberdayaan juta akan meningkat. Tolak ukurnya yakni sejauh mana angka kemiskinan turun dari PKH ini. Harapannya tingkat kemiskinan warga Kota Mojokerto menurun, kesejahteran orang miskin meningkat dan dengan cara ini mereka lebih berdaya," ujarnya.

Orang nomor satu di Kota Mojokerto ini menjelaskan, nantinya di Kota Mojokerto akan ada 10 warung elektronik (E warung). Enam E warung bersumber APBD dan empat APBN. Menurutnya, dengan adanya KUBE, warga Kota Mojokerto jika membutuhkan apa-apa tidak ke bank titil tapi di KUBE. [tin/but]

Tag : pkh

Komentar

?>