Selasa, 21 Februari 2017

NasDem: Kalau Dibiarkan Ahok Seperi Donald Trump

Senin, 14 Nopember 2016 09:29:53 WIB
Reporter : -
NasDem: Kalau Dibiarkan Ahok Seperi Donald Trump

Jakarta (beritajatim.com) - Politikus Partai NasDem Bestari Barus, menilai apabila kasus penolakan kepada calon gubernur petahana DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama dibiarkan terus akan mencederai proses pelaksanaan pesta demokrasi dalam Pilkada DKI Jakarta.

"Ada potensi cacat demokrasi di Pilgub DKI ini jika KPU dan Bawaslu tidak serius dan tidak maksimal laksanakan tugasnya," kata Bestari di Jakarta, Minggu (13/11/2016).

Selain itu, apabila kasus ini tidak segera diselesaikan maka nasib pasangan Ahok-Djarot akan seperti Donald Trump yang banyak mendapat penolakan setelah terpilih nanti. Sebab, sampai saat ini pihaknya yakin pasangan Ahok-Djarot akan kembali menang di Pilkada DKI.

"Lho ini bisa kayak Donald Trump disana-sini dihujat tiba-tiba jadi. Nah ini ada framing kesengajaan yang diframing begini, ini yang dijadikan alat melawan hasil kalau kami (pasangan Ahok-Djarot) menang satu putaran," kata dia.

Guna mencegah apa yang dikhawatirkannya, dia meminta baik Bawaslu dan KPUD cepat tanggap menangani kasus itu. Kemudian, dia juga meminta Bawaslu memeberi pendidikan atau sosialisasi ke masyarakat mengenai hak bagi para calon untuk melakukan kampanye.

"Kami melihat ada yang kurang intens melakukan pembinaan, sosialisasi kepada masyarakat sehingga masyarakat tidak mendapat pemahamaan yang pas," papar Bestari.

Namun demikian, dia menegaskan pihaknya tidak terkendala dengan aksi penolakan dari masyarakat. Sebab, dia menduga pihak yang menolak Ahok-Djarot sudah ditunggagi oleh pihak-pihak yang tak sudak pada pasangan itu.

"Sebenarnya kami tidak khawatir dengan penghalang itu, tetapi kan tidak lagi mendidik masyarakat, kedua kita melakukan salah satunya membuka posko rumah lembang agar masyarakat bisa hadir diterima langsung oleh Ahok-Djarot nanti secara bergantian," kata dia.

Ahok diketahui beberapa kali ditolak oleh warga saat berkampanye. Penolakan itu dipicu terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok sebelum masa kampanye lalu. [inilah.com]

Komentar

?>