Selasa, 21 Nopember 2017

Kompetensi Kepemimpinan Demokratis Tak Lahir Lewat Kuliah

Senin, 17 Oktober 2016 10:41:35 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Kompetensi Kepemimpinan Demokratis Tak Lahir Lewat Kuliah
Foto: Ilustrasi.

Jember (beritajatim.com)--Kompetensi kepemimpinan demokratis tak cukup melalui kuliah-kuliah di kampus. Kompetensi mutlak membutuhkan jam terbang tinggi dalam mengelola organisasi.

"Di sinilah keberadaan organisasi kemahasiswaan, baik intra maupun ekstra kampus, sangat berkonstribusi bagi lahirnya kepemimpinan nasional, regional, dan lokal," kata anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Daerah Pemilihan Jember-Lumajang, Moch. Eksan.

Menurut Eksan, kampus selama ini menjadi sumberdaya insani kepemimpinan. "Bila kepemimpinan belum dapat melahirkan kesejahteraan dan keadilan di masyarakat, maka kampuslah yang patut dimintai pertanggungjawaban," kata aktivis muda NU ini.

Eksan mengingatkan, kepemimpinan itu hanya sarana. "Tujuannya adalah kesejahteraan dan kemakmuran rakyat," katanya.

Indonesia adalah negara terbesar keempat di dunia dan negara muslim terbesar di dunia. "Terdapat, 207 juta muslim dari 258 juta penduduk Indonesia. Jumlah ini setara dengan 80,23 persen," kata Eksan.

"Namun jumlah yang sangat besar tersebut, tak selalu merepresentasikan struktur politik, ekonomi, dan sosial bangsa. Hal ini karena kondisi sumberdaya manusia umat belum mendukung sepenuhnya peran dan kiprah umat yang dominan dan determinan," kata Eksan.

Peran dan kiprah tersebut berkait dengan kompetensi dan kompetisi yang diakui publik.

"Sistem demokrasi telah membuka seluas-luasnya bagi partisipasi publik dalam pembangunan, tanpa melihat suku, agama, ras dan budaya. Indonesia, tak mengenal pengarusutamaan agama, kelompok dan golongan tertentu. Semua sama di depan hukum dan pemerintahan," kata Eksan.

Oleh sebab itu, sumber daya umat Islam harus digembleng selama di perguruan tinggi. Salah satunya melalui aktivitas di organisasi mahasiswa.

"Siapa pun yang memiliki kompetensi dan hasil kompetisi yang free and fair dalam proses demokrasi, dia lah yang dipercaya oleh rakyat untuk mengelola negeri ini dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur yang diridhai oleh Allah SWT. Untuk menuju semua itu, kader umat harus memiliki kompetensi kepemimpinan demokratis demi cita besar negeri ini," kata Eksan. [air/wir]

Berita Terkait

    Komentar

    ?>