Jum'at, 22 September 2017

Dua Kali Lolos Mutasi, Akhirnya Kabag Kesra Setdakab Mojokerto Non Job

Jum'at, 14 Oktober 2016 20:35:03 WIB
Reporter : Misti P.

Mojokerto (beritajatim.com) - Setelah dua kali lolos dari mutasi yang digelar Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa, akhirnya Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Mojokerto, Dedy Muhartadi non job dari jabatannya. Kursi yang ditinggalkan Dedy, saat ini hanya diisi pelaksana tugas (plt).

Kabar parkirnya jabatan Dedy santer terdengar sejak dua bulan lalu karena diincar oleh seorang Kepala Bidang yang kini menduduki kursi camat. Namun saat digelar mutasi pada 30 Agustus lalu, ia lolos. Begitu pula saat mutasi tanggal 9 September, kabar non job Dedy kembali santer terdengar namun ia masih menjadi pejabat eselon III.

Namanya tak masuk dalam deretan daftar pejabat yang akan dimutasi, SK yang kabarnya sudah dicetak tersebut mendadak ditarik. Namun, Jum'at (14/10/2016) siang, SK pemberhentian menjadi Kabag Kesra itu sampai di mejanya. Ia secara resmi dicopot dari kedudukannya, dilepas dari kewajibannya dan menjadi staf biasa.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Mojokerto, Susantoso membenarkan kabar non job Dedy Muhartadi. "Ya. Ada mutasi itu. Ia menjadi staf di Dinsos. Per hari ini, sudah ada Plt itu. Biar tidak kosong dan pelayanan terhadap masyarakat tidak terganggu," ungkapnya.

Susantoso menyebut, untuk mengisi kekosongan kursi yang ditinggal Dedy, BKPP menunjuk Kabag Umum, Mardiasih sebagai pelaksana tugas (plt). Menurutnya, karena bukan definitif sehingga penggantinya masih Plt. Tak seperti biasanya, non job Dedy lepas dari prosesi pelantikan dan dilakukan secara bersama-sama.

Seringnya mutasi di Pemkab Mojokerto tak lepas dari banyaknya Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang dimerger. Lihat saja dua kali mutasi terakhir yang digelar sejak akhir Agustus lalu. Tepat 30 Agustus lalu, dari 20 pejabat eselon III dan IV yang dirombak, terdapat tiga pejabat yang diparkir.

Mereka adalah Camat Mojoanyar Dwi Yatno, Kepala Puskesmas Sooko Heri Budiyono, dan Kapus Mojosari Fatmawati. Mutasi 9 September juga demikian. Dari 25 Pejabat eselon III dan IV, terdapat satu pejabat non job. Yakni camat Ngoro Sholihin.[tin/kun]

Komentar

?>