Rabu, 28 Juni 2017

Bukan Sekedar Ambisius, Pembentukan Provinsi Madura Butuh Kajian Serius

Rabu, 05 Oktober 2016 23:25:47 WIB
Reporter : Samsul Arifin
Bukan Sekedar Ambisius, Pembentukan Provinsi Madura Butuh Kajian Serius
Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Suli Faris

Pamekasan (beritajatim.com) - Legislator Pamekasan Suli Faris menilai empat kepala daerah di Madura, terlalu cepat dalam mengambil langkah dan menyepakati pembentukan Prvpinsi Madura.

Sebab proses melepaskan diri dari Provinsi Jawa Timur dan membentuk propinsi tersendiri, jelas membutuhkan sejumlah kajian dan analisis matang agar tidak salah langkah. Sebab nantinya akan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

"Kami rasa wacana tentang Provinsi Madura tidak serta merta langsung diputuskan, bahwa empat bupati di Madura sudah sepakat terhadap pembentukan itu. Tapi harus ada kajian dan analisis matang," kata pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Rabu (5/10/2016).

Suli menilai empat bupati di Madura terkesan 'ambisius' dengan menyepakati rencana tersebut. "Pembentukan provinsi ini tidak cukup dengan keputusan 'sepakat', tapi harus ada tahapan yang perlu dikaji dan dianalisis dengan serius. Bahkan di kalangan dewan sendiri harus mengadakan sidang paripurna," ungkapnya.

Banyak kajian dan analisis yang harus dilakukan sebelum membentuk Provinsi Madura, salah satunya berkenaan dengan kesejahteraan masyarakat. Tentunya dengan harapan agar tatanan kehidupan masyarakat semakin membaik.

"Apakah kalau Madura jadi provinsi, masyarakat Madura lebih sejahtera atau sebaliknya. Terus bagaimana pandangan masyarakat Madura yang selama ini menjadi bagian dari Provinsi Jawa Timur, ini yang harus dipelajari," sambung Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) ini.

Selain itu, kemampuan Madura sebagai daerah otonom sebagai propinsi juga harus dikaji secara serius. Terlebih kemampuan fiskal empat kabupaten di Madura, juga harus dihitung sebelum menggulirkan kata sepakat. "Artinya PAD (pendapatan asli daerah) di masing-masing daerah ini harus menjadi kajian juga," imbuhnya.

"Apalagi selama ini empat kabupaten di Madura masih bergantung pada Pemerintah Pusat dan Propinsi (Jatim) untuk membangun daerah masing-masing. Apakah kalau jadi propinsi bisa (mandiri)," beber Suli dengan nada tanya.

Bahkan potensi yang nantinya bisa diandalkan juga sangat perlu untuk dikaji secara detail. "Jadi pembentukan propinsi itu tidak cukup dengan kekayaan alam berupa gas dan minyak saja, tapi perlu diimbangi dengan kekayaan lainnya agar masyarakat tidak sengsara atas pembentukan (propinsi) ini," pungkasnya. [pin/suf]

Komentar

?>