Minggu, 22 Oktober 2017

Narkoba dan Radikalisme Marak, Islam Nusantara Singgah di Gresik

Selasa, 12 April 2016 17:39:29 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Narkoba dan Radikalisme Marak, Islam Nusantara Singgah di Gresik
Islam Nusantara

Gresik (beritajatim. com)- Masih maraknya radikalisme, dan peredaran narkoba membuat tim islam nusantara yang diprakasai pengurus PBNU melakukan napak tilas ke sejumlah daerah.

Salah satu daerah yang disinggahi adalah Gresik. Tim islam nusantara yang terdiri dari anggota Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tiba di Gresik. Mereka terdiri dari 35 jurnalistik yang nantinya melakukan napak tilas dan rekam jejak peradaban islam di 40 kabupaten/kota termasuk di Gresik.

Kordinator tim Islam Nusantara, Imam Pitudu mengatakan,  pihaknya bergerak dari Cirebon sejak 31 Maret yang lalu, kemudian singgah di kota Semarang, Demak, Kudus, Rembang, Tuban, Lamongan dan Gresik.

"Rencananya, tim akan terus melakukan road show hingga bulan Juni mendatang dan berharap menemukan sejarah, nilai-nilai kebudayaan yang nantinya akan dijadikan film dokumenter serta ensiklopedia islam nusantara,” tuturnya, Selasa (12/04/2016).

Ia menambahkan, saat ini Indonesia sedang menghadapi bahaya radikalisme dan narkoba, oleh sebab itu Islam Nusantara mempunyai komitmen sebagai penyangga peradaban dunia dan siap berperang melawan bahaya radikalisme dan narkoba yang saat ini menghantui rakyat Indonesia.

"Untuk mewujudkan hal itu kami juga akan mengadakan dialog antar imam. Hal tersebut juga berdasar pada muktamar di Jombang beberapa waktu yang lalu dan merupakan amanat dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama untuk menyampaikan pesan damai ke seluruh umat islam di nusantara, " tambahnya.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto menyatakan ap resiasi atas diselenggarakannya kegiatan pencegahan radikalisme dan kampanye anti-narkoba oleh tim ekspedisi islam nusantara. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat penting karena akan memperkecil peluang masuknya radikalisme di Kabupaten Gresik.

"Gresik merupakan tempat dengan peradaban islam yang kental, terbukti dengan banyak situs bersejarah terkait kebudayaan islam, termasuk dua makam wali yang merupakan anggota dari wali songo (wali sembilan), yakni makam Sunan Giri dan Makam Maulana Malik Ibrahim.
Oleh sebab itu, dengan kentalnya peradaban islam di Gresik, dirinya mendeklarasikan bahwa Gresik kota wali kota santri merupakan harga mati, " pungkasnya. [dny/ted]

Komentar

?>