Senin, 29 Mei 2017

Dirut PDAM Tersangka, Bupati Belum Berencana Siapkan Plt

Jum'at, 25 Maret 2016 20:40:44 WIB
Reporter : M. Ismail

Sidoarjo (beritajatim.com) - Bupati Sidoarjo H. Saiful llah belum merencanakan menunjuk pelaksana tugas (Plt) untuk mengisi jabatan Direktur Utama PDAM Delta Tirta, sebagai pengganti Sugeng Mujiadi yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi pipanisasi 10 ribu Sambungan Rakyat (SR) tahun 2015.

"Sampai saat ini, belum ada niat menggantikan SM maupun menunjuk Plt sebagai Dirut PDAM Delta Tirta.ndalam kasus ini, saya mengedepankan asas praduga tak bersalah," kata Saiful llah Jumat (25/3/2016).

Lanjut Saiful llah, biarkan hukum berjalan terlebih dahulu. Sebelum ada keputusan hukum yang kuat, dirinya masih berprasangka baik terhadap SM. "Biar proses hukum berjalan dulu," tambahnya.

Dalam kasus bawahannya ini, Pemkab siap membantu pengawalan hukum terhadap SM. Jika diminta, Pemkab akan menunjuk penasehat hukum untuk mendampingi SM selama proses pengadilan berjalan. 

"Saya dengar SM sudah didampingi tiga kuasa hukum. Kami menghormati itu, namun siap membantu kalau diminta. Tapi sebatas dalam hal pendampingan hukum, bukan untuk intervensi," tegasnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum SM Priyo Utomo, mengaku belum mengetahui kabar penetapan status tersangka terhadap kliennya. Kata Priyo, kliennya sangat kooperatif untuk membuka informasi yang dibutuhkan terkait pengadaan pipanisasi yang dimenangkan CV Langgeng Jaya dengan nilai penawaran Rp 8,9 miliar itu. 

"Sampai surat resmi kami pegang, kami tak mau berkomentar banyak. Sikap kami wait and see dan tetap mengikuti proses hukumnya," ujarnya.

Humas Kejari Sidoarjo yang sekaligus merangkap Kasi Intel Kejari Sidoarjo, Suhartono, menambahkan Tim Penyidik (TP) tak perlu memberikan surat resmi penetapan tersangka kepada SM maupun kuasa hukumnya.

Saat pemeriksaan selanjutnya, Kejari akan membuat surat pemanggilan pemeriksaan biasa. Namun, dalam keterangan surat pemanggilan itu nanti disebutkan SM sebagai tersangka. "Saat pemanggilan pemeriksaan kemarin-kemarin, kami tulis pemanggilan sebagai saksi, tapi untuk berikutnya, akan kami tulis pemanggilan sebagai tersangka," Jelas Suhartono. (isa/kun)

Komentar

?>