Kamis, 24 Agustus 2017

Pastikan Terdata PKH, Mensos RI Sisir Lansia Terlantar di Kediri

Senin, 07 September 2015 09:19:24 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Pastikan Terdata PKH, Mensos RI Sisir Lansia Terlantar di Kediri

Kediri (beritajatim.com) - Pemerintah Republik Indonesia menambah cakupan penerima Program Keluarga Harapan (PKH), pada tahun 2016 mendatang, hingga 3 juta lebih keluarga.

Menteri Sosial (Mensos) RI Khofifah Indar Parawansa turun langsung untuk  menyisir para keluarga miskin terlantar diatas usia 70 tahun yang tinggal di wilayah Kota Kediri, Jawa Timur. Penyisiran dilakukan untuk memastikan mereka telah terdata dalam PKH

Penambahan cakupan PKH disampaikan oleh Mensos Khofifah saat mengunjungi rumah Saroh, di Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Rumah tersebut sebelumnya tidak layak dihuni. Namun, kini telah direnovasi oleh pemerintah melalui bantuan bedah rumah

Dalam pertemuan dengan keluarga Saroh, Mensos Khofifah meminta pemilik rumah untuk menunjukkan kartu jaminan sosial seperti, BPJS Kesehatan atau Kartu Jamkesmas yang dimiliki. Permintaan tersebut bertujuan untuk memastikan keluarga Saroh telah masuk dalam data PKH.

“Apakah kartu yang digunakan untuk berobat itu bu. Oh iya, ada saya ambilkan. Apa yang seperti ini,” kata Saroh sambil menunjukkan Kartu Jamkesmas kepada Mensos Khofifah. Tetapi, di dalam keluarga tersebut terdapat nenek dalam kondisi mengalami sakit mata katarak yang belum masuk dalam data PKH.

“Yang seperti ini mbak. Diatas usia 70 tahun. Inilah yang seharusnya masuk dalam cakupan data PKH tersebut. Makanya ini disisir. Seperti inilah,” pinta Khofifah memberitahu tim pendamping yang baru saja direkrut asal Kota Kediri.

Kepada sejumlah wartawan, Mensos Khofifah mengaku, pemerintah telah meluncurkan program baru PKH dengan cakupan lebih luas. Dari jumlah 2,8 juta yang tercover tahun ini, akan akan ditingkatkan menjadi 6‎ juta keluarga tahun 2016 mendatang.

“Tambahan cakupan itu diperuntukkan bagi para keluarga miskin terlantar diatas usia 70 tahun dan orang dengan kecacatan berat‎ atau ODKB yang belum terdata PKH. Apabila telah masuk dalam data, maka nantinya mereka dapat menerima manfaat atas program-program jaminan sosial dari pemerintah seperti, pemberian beras miskin layanan kesehatan gratis dan progam sosial lainnya,” jelas Khofifah

Sedangkan anggaran yang akan dialokasikan oleh pemerintah untuk mendukung program tersebut jumlahnya mencapai Rp 6 trilyun.  Sementara itu, untuk ‎memastikan seluruh keluarga miskin, lansia terlantar diatas 70 tahun serta ODKB telah masuk dalam data, Kemensos RI akan melakukan penyisiran secara terus menerus ke berbagai daerah di Indonesia.

Selain itu, Kemensos juga melakukan rekrutmen tenaga pendamping untuk membantu dalam menemukan para penerima manfaaf program PKH yang belum terdata

Dalam kunjungannya ke Kota Kediri, Mensos Khofifah yang juga Ketua Umum Muslimat NU mendatangi Kantor Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Kediri, sekaligus meresmikan kantor tersebut. Dalam kegiatan tersebut hadir ribuan muslimat, para musyawarah pimpinan daerah, hingga salah seorang Calon Bupati Trenggalek bersama istrinya. (nng/ted)

Tag : pkh

Komentar

?>