Politik Pemerintahan

Warga Tuntut Pilkades Gayaman Diulang, BPD Tunggu PTUN

Mediasi yang digelar di Balai Desa Gayaman. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Mediasi yang digelar antara warga Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto dengan Badan Permusyawaratan Daerah (BPD) tidak ada hasil. Pihak BPD menunggu hasil Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait tuntutan warga.

Warga Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto menggelar aksi di depan kantor balai desa setempat, Selasa (29/10/2019). Warga meminta agar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2019, Rabu (23/10/2019) lalu, di Desa Gayaman diulang.

Ketua BPD Gayaman, Affandi mengatakan, jika tuntutan warga tidak bisa diselesaikan secara damai maka bisa dibawa ke rana hukum, PTUN. “Biar hasilnya tidak mencederai pihak-pihak yang terkait. Karena mediasi tidak ada hasil,” ungkapnya.

Masih kata Affandi, tuntutan warga yang meminta Pilkades ulang atau hitung ulang akan ditampung dan diteruskan ke jalur hukum sesuai dengan kewenangan yang ada. Karena menurutnya, berdasarkan tata tertib (tatib) yang ada, semua sudah sesuai.

“Sudah sesuai, tidak ada yang kurang. Suara yang tidak sah sebanyak 946 suara tersebut, kondisi riil nya memang seperti itu. Satu coblosan, lubang dua. Pelipatan benar, hanya masyarakat yang kurang kontrol, membuka kurang maksimal. Karena surat suara sudah diperlakukan sesuai tatib yang ada,” katanya.

Jika ada suara yang tidak sah, terang Affandi, karena kesalahan pemilih uang dinilai kurang maksimal dalam membuka surat suara. Terkait dengan panitia Pilkades, lanjut Affandi, tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Tuntutan warga tersebut merupakan versi pendukung Calon Kepala Desa (Cakades) nomor urut 2.

“Kita tunggu hasil keputusan nanti, itu kan versi 02 yang menuntut. Kalau dari panitia, itu sudah maksimal. Saya sudah wanti-wanti agar profesional, jangan pernah ada pemihakan. Ada yang condong ke salah satu mending mundur sejak dibentuk. Sosialisasi juga sudah maksimal,” tuturnya.

Affandi kembali menjelaskan, terkait pelipatan surat suara yang dinilai pendukung nomor 2 mempengaruhi coblosan karena pemilih tidak membuka surat suara secara maksimal. Hal tersebut sudah menjadi resiko dan sudah ditanggung kedua calon.

“Bahkan pengamatan saat penghitungan, dari 946 suara tidak sah itu lebih banyak 01. Kita tunggu PTNU saja karena mediasi yang kita gelar ini tadi tidak ada hasil,” pungkasnya.

Usai melakukan mediasi, perwakilan warga langsung menuju warga Desa Gayaman yang sudah menunggu di depan balai desa setempat. Usai menyampaikan hasil mediasi, warga membubarkan diri dengan tertib.

Sekedar diketahui, Pilkades Gayaman, Kecamatan Mojoanyar diikuti dua Cakades. Dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 3.625 pemilih, sebanyak 3.222 pemilih hadir dalam Pilkades serentak, Rabu (23/10/2019) pekan lalu.

Suara sah sebanyak 2.276 suara, sebanyak 946 surat suara dinyatakan tidak sah dan 393 tidak hadir. Khamim Gozali menang dengan 1.191 suara. Sementara, lawannya, Joko Wahyudi kalah tipis dengan 1.085 suara. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar