Politik Pemerintahan

Warga Kota Kediri Diimbau Gunakan Hak Pilih dalam Pemilu 2019

Kediri (beritajatim.com) — Pemerintah Kota Kediri melalui Kebag Humas Apip Permana mengimbau masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu, 17 April mendatang.

“Menyukseskan pemilu, kami imbau warga dengan hadir ke TPS dan memberikan suara secara langsung, umum, bebas, dan rahasia,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Kediri Apip Permana di Kediri.

Pemkot Kediri meminta warga ikut berkomitmen dalam mewujudkan pemilu yang bersih dan bebas poltik uang dengan menolak untuk terlibat praktik politik uang, baik sebagai pemberi maupun penerima. Hal itu sesuai dengan ketentuan Pasal 280 huruf j UU Nomor 7 Tahun 2017 yang berbunyi bahwa barang siapa yang menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada peserta kampanye pemilu.

Masih kata Apip, Pasal 284 yang berbunyi dalam hal ini terbukti pelaksana dan tim kampanye pemilu menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya sebagai imbalan kepada peserta kampanye pemilu secara langsung untuk tidak menggunakan hak pilihnya, menggunakan hak pilihnya dengan memilih peserta pemilu dengan cara tertentu sehingga suaranya tidak sah, atau memilih pasangan tertentu, memilih partai politik peserta pemilu tertentu dan memilih calon anggota DPD tertentu, akan diberi sanksi sebagaimana diatur dalam Undang-undang.

Apip melanjutkan, Pemkot juga meminta para aparatur sipil negara (ASN) untuk menjaga netralitas dukungan menjelang Pemilu 2019 yang berlangsung pada 17 April 2019.

“Kami tetap meminta agar ASN juga menjaga netralitas. Kami sudah berikan surat imbauan,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Kediri Apip Permana di Kediri, Senin.

Terkait dengan rencana memberikan hak suara dari Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Kediri Budwi Sunu, Apip mengatakan dipastikan akan memberikan suara di Kota Kediri, mengingat tempat tinggal yang bersangkutan di Kota Kediri. Namun, untuk kepastian TPS, masih koordinasi.

Di Kota Kediri, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yakni 201.850 jiwa. Jumlah itu belum termasuk daftar pemilih tambahan (DPTb) yang ditetapkan sebanyak 8.731 jiwa.

Mereka warga dari luar Kota Kediri yang ikut pindah pilih di Kediri, sementara untuk warga Kota Kediri yang pindah pilih ke kota lain tercatat 996 jiwa. Semuanya tersebar di tiga kecamatan, 46 kelurahan. [adv hms/nng]

Apa Reaksi Anda?

Komentar