Politik Pemerintahan

Warga Donomulyo Malang Sudah 2 Kali Salat Minta Hujan

Malang (beritajatim.com) – Ribuan warga Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang menunaikan ibadah salat istisqo di lapangan desa setempat, Senin (21/10/2019). Salat sunah dua rakaat dilakukan menyusul kemarau panjang yang masih terjadi hingga saat ini.

“Sudah lama sekali tak turun hujan. Maka dari itu kami memohon dan berdoa kepada Allah agar hujan segera turun,” ujar Prawito warga setempat yang berbondong-bondong mengikuti sholat istisqo bersama keluarganya.

Ribuan warga berbondong-bondong mendatangi lapangan Desa Kedungsalam sejak pukul 2 siang. Sembari menunggu kedatangan Bupati Malang, HM.Sanusi mereka memanjatkan dzikir. Suasana khusyuk bergitu terasa.

Sebelum melaksanakan sholat minta hujan itu, para jamaah terlebih dahulu menunaikan salat ashar. Tak lama kemudian, Bupati Malang, HM. Sanusi beserta Forkopimda Kabupaten Malang tiba di lokasi.

“Solat istisqo salah satu ikhtiar usaha manusia untuk memohon hujan. Semoga mudah-mudahan hujan segera turun,” harap Sanusi mendoakan.

“Amin… Amin…,” saut para jamaah.

Selepas Sanusi memberi sambutan, para jamaah menunaikan salat dua rakaat secara berjamaah.

Usai menunaikan salat, para jemaah memanjatkan doa agar hujan segera turun di wilayah Kabupaten Malang. Sholat istisqo di Desa Kedungsalam menjadi sholat istisqo kedua yang sudah dilaksanakan di Kecamatan Donomulyo.

Beberapa waktu lalu warga Desa Sumberoto, Donomulyo, Kabupaten Malang, terlebih dahulu menunaikan salat minta hujan pada, Sabtu (12/10/2019).

Camat Donomulyo, Dariyanto menjelaskan, Desa Sumberoto dan Desa Kedungsalam masuk dalam daftar 11 desa yang mengalami bencana kekeringan pada tahun ini. Akibatnya, masyarakat kesulitan mendapat air.

“Masyarakat desa ini tergantung dropping air bersih dari Pemkab Malang ketika musim kering. Kondisi geografis Kecamatan Donomulyo juga berbatu kapur jadi rawan kekeringan saat musim kemarau,” pungkasnya. [yog/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar