Politik Pemerintahan

Warga Berharap Pemprov Jatim Tak Menutup Tempat Penampungan Sampah di Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Warga di Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto berharap Pemprov Jawa Timur tidak menutup tempat penampungan sampah. Warga menilai jika sampah yang berasal dari pabrik kertas tersebut menjadi andalan warga.

Giman (52) RT 1 RW 1 Dusun Ploso, Desa Bangun mengatakan, ia sudah bekerja sebagai pemulung di tempat penampungan sampah sejak 26 tahun lalu. “Saya punya tiga anak, semua sarjana. Anak pertama S3, kedua S2 dan ketiga S1 dari sampah,” ungkapnya, Rabu (19/6/2019).

Masih kata Giman, sampah yang ada di tempat penampungan sampah tersebut berasal dari Pabrik Kertas Indonesia (PT Pakerin). Sampah tersebut secara gratis sehingga warga tidak membeli namun memunggut dan memilah sampah di tempat penampungan sampah tersebut.

“Keuntungan banyak, bisa buat kebutuhan sehari-hari dan pendidikan anak. Kalau keuntungannya, tidak bisa dihitung per hari karena tidak dagang. Itungannya, setahun bisa buat anak sekolah. Hampir 90 persen warga disini jadi pemulung, selebihnya petani,” katanya.

Giman menambahkan, tidak hanya dari PT Pakerin saja namun sejumlah pabrik kertas di Jawa Timur juga membuang di tempat penampungan sampah Desa Bangun tersebut. Sampah yang dipungut warga mulai dari sampah kaleng bekas minuman dan plastik.

“Sampah kaleng bekas minuman Rp10 ribu per kg, plastik Rp1.400 per kg, sampah yang setelah dipilah dijemur dan dijual industri tahu, kerupuk, dan batu bata sebagai bahan bakar.┬áKalau musim hujan penghasilan lebih banyak dibanding musim kemarau,” katanya.

Salah satu warga, Mumaidah menambahkan, setiap hari ia bekerja sebagai pemulung sampah. “Tiap hari ambil dan pilih sampah disini, tiap hari penghasilan Rp40 ribu sampai Rp50 ribu. Harapannya tidak dihentikan karena warga membutuhkan,” ujarnya.

Masih kata Mumaidah, hampir 90 persen warga Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto bekerja sebagai pemulung sampah. Jika tempat penampungan sampah ditutup, warga khawatir tidak bisa bekerja di tempat lain karena pertimbangan usia. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar