Politik Pemerintahan

Walikota Mojokerto Ungkap Penyebab PAD Tak Penuhi Target

Mojokerto (beritajatim.com) – Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari menegaskan, jika Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2018 tak sesuai target. Salah satunya lantaran menjamurnya reklame tak berizin di kota onde-onde tersebut.

“Hasil temuan (sidak, red) ada banyak reklame yang berdiri di kota kita, tapi data yang berizin hanya sekitar 50-an. Sedangkan fakta di lapangan ada ratusan, ini yang menyebabkan kebocoran PAD tahun 2018,” ungkapnya, Jumat (5/4/2019).

Ning Ita, sapaan akrabnya, beranggapan menurunnya target PAD pada 2018 antara lain dipicu karena menjamurnya reklame yang tidak berizin. Namun, Ning Ita mengaku masih belum bisa mementukan nominal kebocoran PAD dari puluhan reklame belum berizin itu.

“PAD 2018 tidak memenuhi target karena banyak yang loss itu tadi, belum tahu berapa karena belum dihitung. Kita akan segera melakukan evaluasi dan penghitungan kerugian pendapatan dari pajak reklame melalui BPPKAD. Ini juga jadi bahan evaluasi untuk menentukan RKPD pada 2020 nanti,” katanya.

Ning Ita menyebut, salah faktor penyebab terjadinya pelanggaran reklame tanpa izin disebabkan karena sistem perizinan yang belum maksimal. Walikota mengaku sudah merencanakan melakukan pembaruan sistem aplikasi.

“Sistemnya yang kurang baik, akhirnya muncul pelanggaran-pelanggaran tadi. Pembaruan sistem aplikasi akan dilakukan agar bisa melakukan intervensi terhadap pengawasan di seluruh OPD. Reklame yang bodong akan segera dilayangkan SP,” jelasnya.

Surat Peringatan (SP) dilayangkan agar pemilik reklame segera memenuhi persyaratan perizinan. Namun jika tidak digubris, maka akan dilakukan tindakan tegas penertiban dengan menyegel atau bahkan pembongkaran oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

“Satpol PP akan intens bergerak melakukan penertiban. Yang tidak ahu siapa tuannya (pemilik, red) akan langsung ‘ditebang’ karena dari awal tidak berizin,” tegasnya. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar