Politik Pemerintahan

Jelang Idul Fitri

 Walikota Mojokerto Bagikan Sembako untuk Tukang Becak dan Disabilitas

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemkot Mojokerto melalui Dinas Sosial (Dinsos) membagikan bingkisan bahan kebutuhan pokok atau sembako bagi tukang becak dan penyandang disabilitas. Sembako dibagikan secara langsung oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari.

Pemberian sembako ini adalah untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi para tukang becak dan penyandang disabilitas di Kota Mojokerto menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah. Sehingga dengan dibagikannya sembako tersebut dapat meringankan beban hidup mereka.

Juga dapat memberi semangat bagi penerima ketika harga kebutuhan pokok mulai melonjak serta memberikan perlindungan sosial dan mengurangi angka kerawanan sosial menjelang Hari Raya Idul Fitri. Tak hanya itu, dalam kegiatan tersebut juga sebagai ajang silaturahmi.

“Dengan silaturahmi kita akan diberikan panjang umur sehingga bisa beribadah kepada Allah dan yang kedua adalah mendapat rezeki yang barokah. Di bulan ramadan ini, agar semua meningkatkan ibadah dan memohon ampunan atas segala dosa yang telah lalu,” ungkapnya, Rabu (15/5/2019).

Lebih lanjut Ning Ita (sapaan akrab, red) menjelaskan, jika pembagian santunan yang diberikan oleh Pemkot Mojokerto adalah bentuk perhatian kepada warganya sebagaimana dalam amanat undang-undang bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar adalah tanggung jawab negara.

“Ini adalah bentuk perhatian kami Pemkot Mojokerto sebagai perwakilan dari negara untuk memberikan kewajibannya dengan menyantuni bapak ibu semua yang hadir. Di Kota Mojokerto juga ada rumah lansia yang menjadi fasilitas dari pemerintah dalam merawat dan memberikan perlindungan serta menjamin kehidupan warganya,” tegasnya.

Pada ramadan tahun ini Pemkot Mojokerto membagikan sebanyak 993 bingkisan sembako berupa beras, minyak goreng, telur dan gula. Sembako diberikan kepada 693 orang tukang becak dan 300 orang penyandang disabilitas.

Untuk ke depan Ning Ita merencanakan bahwa bantuan yang diberikan untuk keluarga prasejahtera tidak lagi bantuan yang bersifat konsumtif, tetapi lebih difokuskan kepada bantuan yang bisa berdaya guna, untuk mereka bisa menjadi mandiri.

“Pemerintah sama-sama keluar anggaran tetapi peruntukannya berbeda dan saya berharap itu bisa menekan angka kemiskinan di Kota Mojokerto,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, hadir Wakil Wali Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria dan Kepala Dinsos Kota Mojokerto Sri Mudjiwati di Rumah Dinas Wali Kota Mojokerto Jalan Hayam Wuruk 50 Kota Mojokerto.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar