Politik Pemerintahan

Wakil Bupati Mojokerto: Sungai Bukan Tempat Sampah

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemkab Mojokerto menyerahakan sejumlah bantuan sosial bencana tidak direncanakan akibat banjir bandang yang terjadi pada Jumat (19/1/2019) lalu. Ada 13 orang warga yang terdampak yang mendapat bantuan berupa uang tunai.

Bantuan langsung diberikan Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, didampingi kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan Camat Kutorejo Budiono MH di Balai Desa Gedangan, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Jumat (22/3/2019).

“Akhir 2018 hingga awal 2019, terjadi banjir bandang di beberapa wilayah Kecamatan Kutorejo (Desa Kertosari dan Gedangan) dan Kecamatan Pacet (Desa Wiyu). Bantuan ini kami harap dapat membantu warga sebagai kebutuhan belanja material bangunan untuk rumah yang rusak,” ungkapnya.

Masih kata Wakil Bupati, Pemkab Mojokerto berusaha untuk selalu tanggap bencana termasuk segera mendistribusikan bantuan kepada masyarakat. Wakil Bupati juga berpesan, agar selalu menjaga lingkungan terlebih tidak membuang sampah sembarangan dan lebih mengaktifkan bank sampah.

“Sungai bukan tempat sampah. Harus dijaga kebersihannya. Karena kalau sudah meluap dan banjir, dampak langsungnya ke kita. Bank sampah harus terus aktif. Semua produksi sampah harus dipilih dan dipilah. Salah satu penyebab banjir karena kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan,” katanya.

Sekedar diketahui, Pemkab Mojokerto telah menargetkan penanganan sampah sebesar 70 persen dan pengurangan sampah 30 persen pada tahun 2025 yang tertuang dalam Peraturan Bupati Mojokerto Nomor 78 Tahun 2018. Upaya pembinaan pengelolaan sampah kepada masyarakat terus dilakukan.

Pemkab Mojokerto bekerja sama dengan LSM dan swasta melalui program TPS 3R, Bank Sampah, Adiwiyata dan Adipura. Pembangunan sarana prasarana pengelolaan sampah seperti TPA, TPS, kontainer, alat berat, alat angkut juga dilakukan.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar