Politik Pemerintahan

Silaturahmi Gubernur dan Mahasiswa Gagal

Wadir Intelkam: Siapa yang Ajak Mahasiswa Audiensi dengan Gubernur?

Surabaya (beritajatim.com) – Pertemuan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dengan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Kekuatan Sipil (mahasiswa pendemo di DPRD Jatim 26 September 2019) pada Selasa (8/10/2019) pukul 19.00 malam batal.

Undangan yang tersebar kepada rekan-rekan media berbunyi “Kepada rekan2 jurnalis pada jam 19.00 Selasa 8 Oktober 2019 di Grahadi akan diadakan audiensi antara Gubernur Jawa Timur dan perwakilan mahasiswa se-Jatim”.

Undangan dikirimkan oleh Airlangga Pribadi. Airlangga adalah Dosen FISIP Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Airlangga juga merupakan salah seorang kepercayaan gubernur. Puluhan media televisi, cetak dan online pun hadir untuk meliput acara tersebut.

Sedangkan, jadwal teragenda Gubernur Jatim pada pukul 19.00 malam adalah Silaturahmi Gubernur dengan perwakilan BEM se-Jatim. Jamuan makan malam pun disiapkan pemprov.

Pengamatan beritajatim.com di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Selasa (8/10/2019) malam, yang hadir bukanlah BEM PTN maupun PTS di Jatim. Melainkan, mereka mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Kekuatan Sipil dan melakukan aksi ‘Surabaya Menggugat’ di depan DPRD Jatim pada 26 September 2019 dengan tuntutan penolakan UU KPK dan Revisi UU KUHP.

“Saya ingin bertanya, yang mengajak adik-adik mahasiswa audiensi dengan Gubernur Jatim siapa? Yang memfasilitasi adik-adik untuk audiensi dengan Gubernur siapa? Coba tunjuk orangnya. Siapa? Karena dari undangan yang saya terima, tidak pernah menyampaikan ada audiensi, melainkan hanya silaturahmi dengan gubernur. Saya termasuk undangan. Silaturahmi dengan audiensi itu berbeda. Silaturahmi itu mempererat tali kekeluargaan,” kata Wadir Intelkam Polda Jatim, AKBP Iwan Surya Ananta SIK saat menemui mahasiswa di salah satu ruangan dalam Grahadi.

Sebelum mahasiswa dikumpulkan di salah satu ruangan Grahadi dan ditemui Wadir Intelkam Polda Jatim dan Kepala Bakesbangpol Provinsi Jatim Jonathan Judianto, mahasiswa menolak jamuan makan malam dari pihak Pemprov Jatim.

“Saya meminta maaf kepada rekan-rekan (mahasiswa) semuanya, karena kita tidak makan, kita tidak minum. Banyak kawan-kawan di luar sana, yang masih berjuang dan menderita. Saya ingin kita satu hari bersama mereka. Hidup mahasiswa! Hidup rakyat Indonesia!” kata Koorlap Aksi Aliansi Kekuatan Sipil, Zamzam Syahara.

Dalam acara itu, tampak dihadiri Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI R Wisnoe Prasetja Boedi, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho, Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono dan sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim.

Zamzam Syahara melarang mahasiswa untuk makan dan minum jamuan yang diberikan. Mereka mengibarkan spanduk berwarna hitam dengan tulisan ‘Kita KPK’.

“Kepada rekan-rekan mahasiswa jangan makan, jangan minum apa pun itu, kita di sini bukan mau makan-makan. Tapi mau audiensi,” ujar Zamzam dengan mengenakan pengeras suara.

“Yang sudah mengambil minum tolong jangan diminum, saya minta teman-teman tidak makan dan minum,” tambahnya.

Kepala Bakesbangpol Jatim, Jonathan Judianto meminta mahasiswa untuk tidak menyampaikan tuntutan saat bertemu dengan Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Alasannya, undangan tersebut untuk silaturahmi saja.

“Di surat ini kan tertulis silaturahmi. Kalau mau audiensi, nanti akan dijadwalkan ulang,” jelas Jonathan.

Dosen Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Airlangga Pribadi mengaku sebagai pihak yang menjembatani mahasiswa dan Gubernur Jatim Khofifah. Airlangga mengaku kecewa atas tuntutan mahasiswa tersebut.

“Awalnya kan dialog saya. Saya berdialog dengan perwakilan mahasiswa. Dalam proses itu disepakati opsi kalian ingin berdialog dengan Bu Gubernur. Semua sudah disampaikan dan dipenuhi oleh provinsi. Adik-adik mahasiswa ingin apa, media? Media mainstream sudah kami sediakan. Adik-adik ingin live di Instagram dan sosial media, disediakan. Adik-adik akan mendiskusikan semua tuntutan dipersilakan. Saya bertanya sama adik-adik, saat dialog kalian dengan saya, apakah ada kesepakatan kita tidak akan makan-makan atau makan minum di Grahadi? Ada apa tidak?” teriak Airlangga.

“Itu hak kita Pak tidak mau makan dan minum, sebelum audiensi dengan Gubernur,” jawab salah seorang mahasiswa.

“Yang rusak forum ini dari awal adalah kalian sendiri. Kalian tidak menghormati komitmen kalian dengan kami. Saya memang orangnya yang menjembatani mahasiswa dengan Bu Gubernur, Pak. Ini agar ruang politik, ruang demokrasi tidak tersumbat. Ketika bicara dengan Bu Gubernur, kalian sudah memahami dan kalian datang ke Grahadi ini sebagai orang beradab, bukan seperti ini,” teriak Airlangga dengan menggebrak meja.

Setelah tidak menemui titik temu, akhirnya mahasiwa membubarkan diri dan meninggalkan Gedung Negara Grahadi Surabaya pada pukul 21.00 malam. “Ayo rek, moleh (pulang) rek,” tutur salah seorang mahasiswa. [tok/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar