Politik Pemerintahan

Wabup Pamekasan Pimpin Deklarasi Pola Hidup Sehat

Pamekasan (beritajatim.com) – Wakil Bupati Pamekasan, Raja’e memimpin deklarasi dan kampanye hidup sehat sebagai upaya penanganan penyakit kerdil. Sekaligus mengajak masyarakat agar membudayakan pola hidup sehat.

Deklarasi tersebut digelar di Lapangan Nagara Bhakti Mandhepa Ronggosukowati, Jl Pamong Praja, Minggu (29/9/2019). Dihadiri jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, serta sejumlah jajaran instansi terkait di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam.

“Gerakan ini dimaksudkan untuk mewujudkan kesadaran sistemik di kalangan masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat, sekaligus menekan angka kasus stunting di kabupaten Pamekasan,” kata Wakil Bupati Pamekasan, Raja’e.

Berdasar data di Dinkes Pamekasan, angka kasus anak kerdil di daerah yang dipimpinnya sangat tinggi, bahkan menempati urutan kedua terbanyak di Jawa Timur. Prevalensi kasus ini sempat mencapai angka sebanyak 42,5 persen pada 2013 lalu, namun akhirnya menurun menjadi 27,67 persen pada 2018 lalu.

“Pada 2013, kasus ini sempat menjadikan Pamekasan sebagai daerah kedua setelah Bangkalan di tingkat Jawa Timur. Namun alhamdulillah akhirnya berkurang dan hal ini tentunya tidak lepas dari peran semua pihak. Terutama para petugas medis dari Dinas Kesehatan yang tersebar di berbagai kecamatan di Pamekasan,” ungkapnya.

Dari itu pihaknya mengajak program ‘Kampanye Sehat Cegah Stunting’ agar tidak menjadi kegiatan formal semata, tetapi harus dijadikan sebagai program serius menekan angka kasus tersebut. “Kedepan kami harapkan kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang serimonial belaka, tetapi berkelanjutan,” jelasnya.

“Dalam artian, para petugas medis, baik para kader posyandu dan jajaran Kepala Puskesmas maupun Dinkes Pamekasan, agar lebih serius dan tetap bersemangat dan menanggulangi angka kasus ini di kabupaten Pamekasan,” imbaunya.

Penyakit stunting atau kerdil ini merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia 23 bulan. [pin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar