Politik Pemerintahan

Wabup Malang Sempat Salah Tempat Nyoblos

Wakil Bupati sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Malang HM Sanusi

Malang (beritajatim.com) – Pemungutan Suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Kabupaten Malang, pada Rabu (17/4/2019) siang ini berjalan lancar, tertib, dan aman.

Masyarakat yang memiliki hak suara, sangat antusias untuk mendatangai Tempat Pemungutan Suara (TPS). Namun, dalam pemungutan suara tersebut, masih banyak pemilih yang bingung untuk menyoblos, karena mereka harus menyoblos lima kertas suara.

“Kami berharap kondisi aman dalam Pemungutan Suara Pemilu 2019 di Kabupaten Malang, tidak hanya pada pelaksanaan pemungutan suara saja, tapi hingga ditetapkan hasil perolehan suara yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang,” tutur Wakil Bupati sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Malang HM Sanusi, usai berkeliling untuk meninjau ke TPS-TPS bersama Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kabupaten Malang.

Kata Sanusi, dalam pelaksanaan Pemilu 2019 ini, berdasarkan pemetaan wilayah, ada 13 kecamatan, dari 33 kecamatan yang rawan terjadinya konflik yang dilakukan tim sukses (timses), baik itu tim sukses pasangan Calon Presiden (Capres) dan Wakil Presiden (Cawapres) maupun Calon Legislatif (Caleg). Untuk mengantisipasi rawan terjadinya konflik di wilayah dibeberapa kecamatan tersebut, maka pihak Polres Malang bersama TNI sudah melakukan antisipasi.

“Karena unsur Forpimda selalu berjalan seiring dan selalu berkoordinasi dengan baik demi menjaga kondusifitas di wilayah Kabupaten Malang, saat pelaksanaan pemungutan suara hingga penetapan hasil suara Pemilu,” terang Sanusi.

Dijelaskan, peninjauan ke TPS-TPS kita lakukan bersama Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung dan Komandan Kodim (Dandim) 0818 Kabupaten Malang/Kota Batu Letkol (Inf) Ferry Muzawwad. Sedangkan peninjauan ke TPS, hal itu untuk memastikan jalannya tahapan Pemungutan Suara Pemilu 2019 di Kabupaten Malang. Dan sejauh ini pelaksanaan Pemilu di Kabupaten Malang berjalan lancar, aman, dan tertib.

“Dirinya sangat puas dalam melakukan peninjauan ke TPS bersama Forpimda, karena dalam pelaksanaan tahapan Pemilu di wilayahnya, berjalan dengan baik. Sehingga kondisi tersebut, bisa dipertahankan hingga tahapan terakhir Pemilu 2019,” ujarnya.

Sanusi menyampaikan, bahwa tingkat partisipasi masyarakat Kabupaten Malang sangat tinggi. Hal ini ditunjukan dengan banyaknya masyarakat yang berbondong-bondong menuju TPS untuk menggunakan hak pilihnya. Dan itu dibuktikan banyaknya pemilih antri di TPS, sehingga dengan melihat kondisi seperti itu, maka pesta demokrasi di Kabupaten Malang berjalan dengan baik.

“Sinergisitas yang dilakukan oleh Forpimda, hal ini telah memberikan kenyamanan kepada masyarakat untuk melaksanakan pemungutan suara. Sedangkan kondusifitas yang aman dan damai dalam Pemilu 2019, tidak hanya memenuhi harapan Forpimda saja, tapi juga semua masyarakat Kabupaten Malang,” tandasnya.

Sanusi menambahkan, saat dirinya akan mencoblos di TPS, namun saat itu namanya tidak terdaftar sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS 13 Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Dan ternyata TPS yang kami datangi bukan TPS yang terdaftar pada surat pemberitahuan (C6), tapi dirinya terdaftar di TPS 19 atau salah mendatangi TPS. (yog/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar