Politik Pemerintahan

Wabup Jember: Anggaran Bansos Melonjak untuk Penuhi Janji dan Target Pembangunan

Abdul Muqit Arief (dok humas)

Jember (beritajatim.com) – Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten Jember akan disahkan oleh Bupati Faida dan DPRD, Senin (12/8/2019). Namun ada sejumlah anggaran dan persoalan yang disoroti, salah satunya adalah peningkatan drastis anggaran dana bantuan sosial saat masa tahun anggaran akan berakhir empat bulan kemudian.

Berdasarkan Nota Keuangan Rancangan Perubahan APBD 2019 yang diserahkan Bupati Faida dalam sidang paripurna di DPRD Jember, Senin (5/8/2019), pertambahan belanja barang dan jasa mencapai Rp 298,678 miliar. Sementara pertambahan belanja bansos mencapai Rp 100,59 miliar. Angka ini jauh lebih besar daripada pertambahan belanja modal dalam item belanja langsung yang hanya bertambah Rp 47,367 miliar.

“Meningkatnya dana bansos sebesar 68,51 persen dari Rp 146,836 miliar menjadi Rp 247,426 miliar harus didorong untuk mencapai program prioritas, untuk mewujudkan janji kerja bupati dan wakil bupati melalui perencanaan, pelaksanaan, dan monitoring yang baik,” kata juru bicara Fraksi Partai Golkar Suwignyo Widagdo.

Wabup Abdul Muqit Arief menegaskan, kenaikan dana bansos tersebut dipergunakan untuk memenuhi janji kerja dan target-target pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). “Ini untuk kesejahteraan masyarakat, mengurangi tekanan dan risiko sosial dari kelompok masyarakat lemah,” katanya.

Bansos itu diwujudkan antara lain dalam bentuk Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Pembayaran Bantuan Iuran Daerah (PBID) Jaminan Kesehatan Nasional, beasiswa S1, D4, D3, serta bantuan sosial saluran air bersih dan air limbah kepada masyarakat. Muqit meyakinkan, setiap penganggaran yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Jember telah dilakukan sesuai tahapan, mekanisme, dan mempedomani aturan hukum yang berlaku.

“Ini dapat diartikan bahwa penganggaran, utamanya bantuan sosial telah dilakukan sesuai dengan kriteria penerima bantuan sosial, yang disertai dengan pengawasan baik secara umum maupun ‘incremental’ di setiap tahapannya,” katanya. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar