Politik Pemerintahan

Viral Pendamping PKH Foto Bareng KPM Diduga Berpose Dukung Jokowi, Ini Alasannya

Sampang (beritajatim.com) – Oknum pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) berseragam dinas lengkap, dengan terang-terangan berpose mendukung salah satu Calon Presiden bersama-sama Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Koordinator Kabupaten (Korkab) PKH Sampang, Nanang Muldiyanto saat dikonfirmasi membenarkan salah satu pendamping di Kecamatan Robatal, melakukan hal demikian. Namun, kejadian itu tidak bermaksud untuk mengkampanyekan salah satu paslon Capres pemilu 2019 hanya kegiatan pembagikan kalender.

“Di Kalender itu ada foto Presiden Jokowi. Nah ketika para pendamping hendak mendistribusikan kalender itu, pendamping malah dicurigai sebagai tim kampanyenya pak Jokowi, padahal pendamping hanya ingin mendistribusiakan kalender. Pendamping itu serba salah. Sehingga, pendamping melakukan berbagai cara agar diterima dan meredam kondisi di bawah,” ujarnya, Kamis (4/4/2019).

Menanggapi hal itu, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Timur, Eka Rahmawati mengatakan larangan berkampanye sudah diatur dalam UU No 7 Tahun 2017 pasal 280 yang berisi pihak yang dilarang melakukan kampanye diantaranya ASN, TNI, Polri dan sebagainya, termasuk juga tidak boleh memakai fasilitas negara terlebih dana yang bersumber dari negara.

“Kami pikir larangan itu sudah cukup jelas. Nah soal pendamping PKH sendiri juga tidak boleh apalagi sedang bertugas dan lengkap menggunakan seragam dinasnya,” ujarnya.

Meski begitu, pihaknya akan melakukan pengkajian apakah ada pelanggaran administrasi atau ada unsur pidananya. “Aspek spesifik meski melakukan kampanye, perlu dilihat unsur apa saja yang ada dalam peristiwa itu misal pasal dan ketentuan yang dilangar,” tandasnya.[sar/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar