Politik Pemerintahan

Usia Anggota KPPS Pilkada akan Dibatasi Maksimal 60 Tahun

Jember (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum RI akan membatasi usia maksimal anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dalam pemilihan kepala daerah. Pembatasan usia ini akan dituangkan dalam Peraturan KPU tentang Badan Ad Hoc.

Pembatasan ini didasarkan hasil penelitian dari Universitas Gajah Mada dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia terhadap jatuhnya korban jiwa penyelenggara pemilu tingkat tempat pemungutan suara dalam pemilu tahun ini. “Mereka meninggal dunia karena penyakit bawaan dan usia mereka di atas 60 tahun,” kata Ilham Saputra, salah satu komisioner KPU RI setelah acara seminar pemilu yang digelar Bawaslu Jatim di Kabupaten Jember, Kamis (17/10/2019).

KPU RI akan membatasi usia maksimal 60 tahun. “Apakah rancangan ini diterima atau tidak oleh DPR, prinsipnya kami ingin tidak terjadi lagi peristiwa banyaknya petugas KPPS yang wafat,” kata Ilham.

KPU juga akan melibatkan Dinas Kesehatan. “Kami meminta kepada KPU provinsi atau KPU kabupaten-kota yang melaksanakan pilkada untuk berkoordinasi dengan Dinkes setempat, entah dalam bentuk MOU atau apa, agar dalam proses seleksi dan pelaksanaan pilkada ada petugas Dinkes yang stand by untuk meminimalisasi korban-korban seperti kemarin atau tidak ada korban seperti kemarin,” kata Ilham.

Kewaspadaan tetap dipancangkan KPU, walau beban kerja pilkada berbeda sekali dengan pemilu 2019. “Petugas puskesmas misalnya bisa mengidentifikasi penyakit (anggota KPPS),” kata Ilham. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar