Politik Pemerintahan

Tren Warga yang Urus Surat Pindah Memilih di Jember Meningkat

Jember (beritajatim.com) – Tren jumlah warga yang mengurus surat pindah memilih (A5) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dalam pemilu kali ini meningkat dibandingkan pemilihan gubernur. Komisi Pemilihan Umum memberikan batas waktu hingga 17 Februari 2019.

“Sejak pekan kemarin sudah banyak masyarakat yang datang ke kantor KPU mengurusi pindah pilih. Di antara mereka ini ada yang dari luar Jember ingin mencoblos di Jember dan ada yang pemilih di Jember pada saat Hari-H ingin mencoblos di luar Jember. Jadi ada arus masuk dan arus keluar,” kata Ahmad Hanafi, salah satu komisioner KPU Jember.

Hanafi melihat masyarakat yang mengurusi terus berdatangan. “Sebagian besar mahasiswa. Ini menunjukkan masyarakat punya kesadaran bagaimana mereka akan berpartisipasi dalam pemilu 17 April 2019,” katanya.

Menurut Hanafi, ketentuan pindah pilih ini berbeda dengan pemilu sebelumnya. “Kalau pemilu sebelumnya, maksimal batas akhir pengurusan adalah H-3 pemungutan suara. Tapi hari ini, di Peraturan KPU diatur satu bulan sebelum pemungutan suara. KPU ada kebijakan untuk maksimal pengurusan pada 17 Februari, supaya tidak terjadi kekurangan logistik,” katanya.

“Kalau dulu, (ketersediaan logistik) mengambil dari cadangan 2,5 persen. Kalau sekarang, akan disediakan jumlah logistik yang sesuai dengan di DPT (Daftar Pemilih Tetap) maupun dalam DPTb (Daftar Pemilih Tambahan). Jadi pindah memilih ini masuk dalam daftar pemilih tambahan. Begitu juga dengan DPK (Daftar Pemilih Khusus), yakni mereka yang nantinya menggunakan hak pilih dengan KTP. Jumlah ini menggunakan dua persen surat suara cadangan,” kata Hanafi.

Mereka yang ingin mengurus pindah memilih cukup menunjukkan KTP. “Yang paling penting mereka harus terdaftar di DPT. Kalau dia misalkan terdaftar di DPT di Jember dan memilih di Surabaya, nama dia di sini dihapus dan dipindahkan ke Surabaya. Begitu juga sebaliknya yang dari luar Jember,” kata Hanafi. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar