Politik Pemerintahan

Tokoh Muda NU Ingatkan Menteri Susi Urusi Sampah Plastik di Laut

Surabaya (beritajatim.com) – Tokoh Muda NU Ubaidillah Amin Moeh (Gus Ubaid) mengingatkan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti agar menyelesaikan permasalahan sampah plastik di laut secara serius.

“Sampah plastik terbesar berada di laut. Kita semua tahu, bahwa sampah plastik terbanyak berada di lautan. Dalam lima tahun terakhir, volume sampah di laut semakin meningkat. Di sisa masa jabatannya, kami mengimbau kepada Bu Susi agar lebih intens mengurusi permasalahan ini,” tegas Gus Ubaid yang juga Ketua Bravo-5 Jatim ini, Minggu (21/7/2019).

Gus Ubaid yang juga Wakil Ketua Pengurus Pusat Lazis PBNU ini mengingatkan, hukuman tegas tidak hanya dijatuhkan kepada nelayan yang dianggap melanggar regulasi saja.

“Nelayan kecil perahunya disita. Tapi siapa yang membuang sampah di laut dan tak pernah diberi hukuman. Padahal, perbuatannya jauh lebih merugikan bagi kehidupan ekosistem laut. Kita sangat berharap, ada punishment tegas bagi mereka yang dengan sengaja mengotori laut,” tukasnya.

“Ini demi memelihara keberlangsungan kehidupan bahari di Indonesia. Kasihan nanti anak cucu kita tak bisa menikmati laut yang jernih dan ikan yang segar, karena lautan penuh dengan sampah.
Kita setiap hari mendengar imbauan dari Bu Menteri Susi. Makan ikan biar sehat. Tidak makan ikan, saya tenggelamkan. Tapi realitanya bagaimana? Habitat ikan di lautan penuh sampah. Kita juga belum pernah tahu, aksi nyata dari Bu Susi dalam pembersihan sampah, baik itu di pesisir pantai, maupun di laut lepas,” pungkas Wakil Ketua PP Pencak Silat Pagar Nusa NU ini.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti akhirnya menyikapi sampah plastik di lautan. Susi, yang tersohor dengan slogan ‘tenggelamkan!’ bagi para pelaku penangkapan ikan ilegal atau illegal fishing, menggunakan ujaran serupa bagi pembuang sampah plastik.

“Pak Jokowi sudah canangkan dari 2014 kita usir illegal fishing, dan sekarang kita jaga dari plastik. Illegal fishing kita tenggelamkan. Pencuri ikan kita tangkap. Sekarang pencuri ikan pergi, datanglah plastik. Pembuang sampah plastik di lautan harus ditenggelamkan!” kata Susi ketika mengikuti giat Pawai Tolak Plastik Sekali Pakai di Lapangan Aspirasi Monas, Jakarta, Minggu (21/7/2019).

Sikap itu ditunjukkan Susi lantaran, menurutnya, laut Indonesia akan ‘dihuni’ lebih banyak plastik daripada ikan pada 2040. Susi mengatakan rasa malu seharusnya dimiliki Indonesia sebagai bangsa karena menjadi salah satu penyumbang sampah plastik terbesar di lautan.

“Kita malu menjadi penyumbang sampah plastik nomor dua di dunia, padahal kita penyumbang ikan nomor empat di dunia. Bangsa Indonesia ini bagaimana? Malu tidak? Katanya bangsa besar, buang sampah nomor dua di dunia. Tidak boleh,” ujar Susi. (tok/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar