Politik Pemerintahan

TKN: Prabowo Baru Janji, Jokowi Sudah Beri Bukti

Ace Hasan Syadzily Jubir Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf-Amin

Jakarta (beritajatim.com) – Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily menyebut, Prabowo tetap mengandalkan strategi our brand is crisis. Dengan menilai situasi negara saat ini ditengah krisis.

Semua dilihat buruk, sengsara, tertinggal, terbelakang dan tergantung. Dengan cara itu, Prabowo ingin tampil sebagai penyelamat. “Tidak ada yg baru dari pidato visi misi Prabowo (tadi) malam ini. Dua jam membaca telepromter, hanya dipenuhi retorika tapi tetap klise, miskin gagasan segar,” ujar Ace dalam pernyataan tertulisnya malam ini.

Menurut Ace, penggambaran situasi seperti itu mengingatkan pada pidato Donald Trump. Prabowo terlihat berupaya menjiplak Donald Trump dalam pemilu AS dengan mengaduk-aduk sentimen dan emosi, dengan mengangkat contoh-contoh dramatis tapi tidak disertai data dan fakta yang akurat.

Dia menambahkan, ketika bicara soal tawaran program aksi yang akan dilakukan, Prabowo tidak ada yang genuine. Sebagian besar yang dijanjikan pun sudah dikerjakan oleh Jokowi. “Prabowo baru berjanji, Jokowi sudah memberikan bukti. Lima fokus dan agenda aksinya banyak menjiplak program Jokowi,” tudingnya.

Ace mencontohkan, semua yang disampaikan mulai stabilisasi harga, pembukaan lapangan kerja, penurunan angka kemiskinan dan ketimpangan, penguatan BUMN sebagai agen pembangunan, menjaga iklim usaha, infrastruktur yabg bermanfaat, kepastian hukum pada Ojol, pembenahan tata kelola BPJS, revitalisasi industri, semua sudah dikerjakan oleh Jokowi. “Jadi tidak ada yang baru,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ace mengatakan, Prabowo mengangkat lagi soal hutang luar negeri. Padahal, Ace mengklaim, di era Jokowi utang digunakan untuk hal-hal yang produktif. Prabowo dinilai hanya bermain retorika.

Dibalik retorika, lanjut politikus Partai Golkar ini, semua menunggu apa yang membedakan program Prabowo dengan apa yang sudah dikerjakan Jokowi. Prabowo juga tidak menyampaikan bagaimana caranya.
“Jadi, dua jam Prabowo berpidato justru hanya mempromosikan apa yang sudah dilakukan oleh Jokowi,” ujarnya.

Dia berpendapat, pidato ini juga menegaskan paradoks Prabowo. Berteriak menuduh terjadinya persekusi tapi justru membiarkan kelompok pendukungnya sering melakukan persekusi. Berteriak minta pendukungnya tidak meghujat, mencemooh tapi membiarkan setiap hari hoaks dan fitnah ke Jokowi bertebaran.

Berteriak soal bhinneka tunggal ika tapi membiarkan setiap hari pendukungnya menebar kebencian pada Jokowi dan kelompok yang berbeda. “Malam ini pidato itu justru menampilkan paradoks Prabowo,” katanya. [hen/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar