Politik Pemerintahan

Tiga Penyelenggara Pemilu di Sumenep Meninggal, Tak Pasti Dapat Santunan

Sumenep (beritajatim.com) – Tiga penyelenggara Pemilu 2019 di Kabupaten Sumenep meninggal, diduga karena kelelahan. “Tiga orang itu meninggal saat menjalankan tugas sebagai penyelenggara Pemilu,” kata Ketua KPU Sumenep, A. Warits, Selasa (23/04/2019).

Tiga penyelenggara pemilu itu masing-masing bernama Asnawi, anggota PPS Desa Longos, Kecamatan Gapura. Dia meninggal setelah distribusi logistik dan monitoring penyebaran C6.

Selain itu, penyelenggara Pemilu yang meninggal adalah Syaiful, Ketua KPPS di TPS 03, Desa Tamidung, Kecamatan Batang-batang. Dia meninggal setelah mengantarkan kotak suara ke PPS.

Kemudian, Suliman, Ketua KPPS di TPS 06, Desa Kerta Barat, Kecamatan Dasuk, meninggal setelah penghitungan suara di TPS. “Kami sudah melaporkan kejadian itu ke KPU RI. Kami belum bisa memastikan, apakah para penyelenggara yang meninggal dunia itu akan mendapat santunan atau tidak,” ujar Warits.

Saat ini, lanjutnya, di internal KPU Sumenep akan urunan menggunakan dana pribadi untuk diberikan kepada pihak keluarga penyelenggara Pemilu yang meninggal dunia. “Ya semacam sumbangan sosial dari kami di internal KPU. Uang pribadi, sebagai bentuk duka atas meninggalnya tiga penyelenggara pemilu itu. Santunan akan kami serahkan pada keluarga yang ditinggalkan,” terangnya.

Selain tiga penyelenggara yang meninggal, di Sumenep juga ada delapan penyelenggara yang sedang dalam kondisi sakit. “Saat ini mereka tengah dirawat di Rumah Sakit,” ucap Warits. (tem/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar