Politik Pemerintahan

Tahun Depan, PAD Ponorogo Ditarget Naik Rp 30 Miliar

Kepala BPPKAD Ponorogo Bambang Tri Wahono [foto: Endra Dwiono]

Ponorogo (beritajatim.com) – Kepala BPPKAD Ponorogo Bambang Tri Wahono menyebut realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) saat ini sudah mencapai 70 persen dari target yang dicanangkan sebesar Rp 243 miliar. Dengan asumsi yang terukur, pihaknya optimistis target yang diberikan akan tercapai.

Karena penyerapan di beberapa sektor cukup positif. Mulai dari sektor PBB, pajak BPHTB, hingga pajak PJU.
“Dari layanan yang diberikan, pendapatan dari puskesmas hingga RSUD dr. Harjono masih terus mengalir,” kata Bambang, Selasa (22/10/2019).

Untuk proyeksi tahun depan, Bambang mengungkapkan PAD ditingkatkan mencapai Rp 30 milyir. Yakni proyeksi PAD tahun depan menjadi Rp 280,1 miliar. Angka tersebut dikaji matang oleh tim anggaran pemkab. “Ke depan potensi-potensi PAD lebih banyak. Dengan asumai penyerapan sembilan bulan, ditarget naik Rp. 30 miliar,” katanya.

Inovasi yang akan dilakukan yang melandasi peningkatan target PAD tersebut. Pemkab Ponorogo merencanakan banyak sektor PAD yang akan ditarik secara non tunai. Bambang memberi contoh jika retribusi sebagian pasar sudah menerapkan non tunai, begitu juga pada PBB, hingga pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).

Destinasi wisata andalan bumi reyog telaga Ngebel, kata Bambang juga akan mengarah kesana. “Kedepan, sistem akan membuat kita untuk berubah, dan ini baik mengintensifikasi sumber-sumber PAD kita,” pungkasnya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar