Politik Pemerintahan

Tabrak Aturan, Dinsos Jombang Ancam Tutup 2 Agen BPNT

Penyaluran BPNT di Balai Desa Jogoroto

Jombang (beritajatim.com) – Dinas Sosial (Dinsos) Jombang mengancam akan menutup dua agen BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) yang ada di Desa/Kecamatan Jogoroto. Pasalnya, dua e-warung tersebut terindikasi menabrak aturan.

Aturan yang ditabrak itu diantaranya, menyalurkan paket bantuan kepada para keluarga Penerima Manfaat (KPM) bukan di wilayanya berada. Dua agen tersebut berada di Dusun Bendungrejo, Desa Jogoroto, namun menyalurkan bantuan di Desa Jogoroto.

“Sudah begitu, dalam menyalurkan paket BPNT berupa telur dan beras, mereka menggunakan fasilitas desa. Paket bantuan disalurkan di balai desa setempat. Ini jelas menyalahi aturan,” ujar Kepala Dinsos Jombang Moh Saleh, Senin (13/5/2019).

Kepala Dinsos Jombang M Saleh (baju coklat)

Saleh menjelaskan, pihaknya sudah mendapat laporan dari pendamping yang ada di lokasi. Ternyata penyaluran bantuan yang menabrak aturan itu bukan hanya dilakukan saat ini. Tapi sudah berjalan selama empat bulan, yakni mulai Januari.

Apa sanksi yang akan diberikan? Saleh menjelaskan, pihaknya akan berkordinasi dengan BNI 46 selaku bank yang ditunjuk pemerintah sebagi penyalur resmi program BPNT. Termasuk mengenai kerjasama keagenan maupun pemilik agen yang tidak sesuai dengan aturan yang ada.

“Kita akan kordinasi dulu dengan BNI 46. Dari situ kita lakukan evaluasi. Untuk sanksi kita lihat tingkat kesalahannya. Kalau memang sudah tidak bisa ditolerir, bisa saja agen tersebut di-off-kan atau ditutup. Namun demikian kita lakukan koordinasi dulu dengan bank terkait,” kata Saleh menegaskan.

Sebagai langkah awal, lanjut Saleh, Dinsos Jombang memberikan teguran tertulis kepada dua agen BPNT di Desa/Kecamatan Jogoroto itu. “Surat tegurannya kita kirim hari ini juga. Agar kesalahan tersebut menjadikan perhatian,” kata Saleh sembari menunjukkan surat yang dimaksud.

Penelusuran di lapangan, sejumlah KPM (keluarga penerima manfaat) membenarkan bahwa penyaluran bantuan tersebut dilakukan di balai desa. Dua agen tersebut masing-masing milik SC dan LL. Belakangan diketahui ternyata dua penyalur tersebut masih kerabat dari kepala desa setempat.

“Saya tadi juga mengambil paket bantuan berupa telur dan beras di balai desa. Pembagian dilakukan sejak pagi,” ujar salah satu warga yang enggan menyebut nama karena merasa tidak enak dengan pemilik agen. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar