Politik Pemerintahan

Tabloid Indonesia Barokah Menyebar ke Kediri

Kediri (beritajatim.com) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota dan Kabupaten Kediri mendatangi Kantor Pos Besar Kediri. Kedatangan mereka bertujuan untuk memberikan himbauan kepada pihak kantor pos agar sementara waktu ini tidak mendistribusikan Tabloid Indonesia berkah kepada alamat yang dituju oleh pengrim.

Menurut keterangan Mansyur selaku Ketua Bawaslu Kota Kediri, sebagian besar Tabloid Indonesia Berkah sudah terdistribusikan baik di wilayah Kota maupun Kabupaten Kediri.

“Kami menghimbau Kantor Pos Besae Kediri untuk tidak mendistribusikan tabloid tersebut. Ada temuan dari Bawaslu Kabupaten untuk melakukan kordinasi. Dari sini kan didistribukan pada Kecamatan yang ada di Kabupaten,” jelas Mansyur.

Pihak menilai pengirim sengaja menyasar sejumlah tempat peribadatan untuk sasaran pembagian, baik jamaah masjid maupun mushola. Padahal secara jelas menurut Ketentuan yang berlaku yakni  UU no 7 tahun 2017 pasal 80 ayat 1 huruf A disebutkan, jika tidak diperkenankan pada siapa pun  melakukan aktivitas kampanye di tempat peribadatan.

“Sasaranya tempat peribadatan, melakukan kampanye dalam bentuk apa pun kan tidak boleh,” terang Mansyur.

Bawaslu menambahkan alamat pengirim Tabloid Barokah tertulis dari kantor redaksnya. Mansyur memperkirakan tabloid tersebut sudah beredar di Kabupaten mau pun Kota sejak tiga hari yang lalu. “Pengirimnya sesuai foto, itu memang dari redaksinya Tabloid Indonesia Barokah.”

Bawaslu mengaku belum tahu secara pasti berapa jumlah eksemplar tabloid yang sudah dikirmkan ke tempat peribadatan. Berdasarkan data Bawaslu sementara terdeteksi sebagian terdistribusi ke Masjid Agung, Masjid Polaman Kelurahan Manisrenggo Kota Kediri.

Bawaslu menghimbau kepada takmir atau pengelolah mushola untuk segera menarik kembali tablod tersebut‎. [nng/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar