Politik Pemerintahan

Survei PRC: Elektabilitas Golkar di Pulau Jawa 10,3 Persen

Surabaya (beritajatim.com) – Riset yang dirilis oleh PolMark Research Center (PRC), Kamis (14/3/2019) menunjukkan jika beberapa partai politik telah memperoleh elektabilitas yang luar biasa. Sebut saja salah satunya adalah Partai Golkar.

Dalam survei itu, Partai Golkar meraih posisi keempat dengan elektabilitas 10.3 persen. Partai berlogo Pohon Beringin ini berada di bawah PDIP dengan 32.9 persen, PKB 15.7 persen, dan Gerindra dengan 13.7 persen.

Di sisi lain, dalam survei ini, Jokowi-Ma’ruf Amin telah unggul telak dari pasangan Prabowo-Sandiaga Uno.

“Jokowi-Ma’ruf Amin 40,4 persen mengalahkan Prabowo-Sandi yang hanya 25,8 persen dalam elektabilitas Pemilihan Presiden yang akan diadakan pada 17 April 2019 akan datang. Sisanya adalah undecided voters sebesar 33,8 persen,” kata Eko Bambang Subiantoro, Direktur Riset PolMark Research Center kepada beritajatim.com.

Di Pulau Jawa, hasil riset PRC menunjukkan jika Jokowi telah unggul telak. “Jokowi 42.5 persen dan Prabowo 21.9 persen,” ujar Eko.

“Sementara Di Sumatera, Jokowi-Ma’ruf disebutkan akan meraup suara dari elektabilitas pilpres sebesar 32,2 persen kalah sedikit dari Prabowo-Sandi yang mendapatkan 34,9 persen,” tambahnya.

Sebagai informasi, Laporan ini adalah ikhtisar sangat ringkas dari 73 survei di 73 Dapil (dari 80 Dapil) seluruh Indonesia. Data yang tersaji adalah agregat hasil 73 survei yang dibuat dengan perhitungan statistik yang layak. Survei dilakukan oleh PolMark Research Center (PRC) — pusat riset yang bernaung di dalam PolMark Indonesia.

Keunggulan survei ini, berbeda dengan survei nasional yang tak punya kemampuan memotret secara detail daerah pemilihan (Dapil), laporan ini merupakan agregat survei Dapil yang menghimpun potret detail setiap Dapil.

Dengan demikian, agregat hasil survei 73 Dapil ini adalah himpunan data yang sangat berdayaguna untuk menggambarkan kenyataan politik Indonesia berdasarkan detai kenyataan-kenyataan politik lokal.

Tentu saja, kemampuan menggambarkan kenyataan politik ini dibatasi oleh keterbatasan yang tak terhindarkan sebagai sebuah survei.(ifw/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar