Politik Pemerintahan

Suroboyo Bus Selamanya Pakai Tiket Botol Plastik

Foto: Suroboyo bus, beritajatim/ibnu

Surabaya (beritajatim.com) – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menegaskan jika pembayaran tiket Suroboyo Bus tidak akan berubah metode. Botol plastik tetap jadi alat pembayaran yang sah bagi moda transportasi massal ini.

“Pembayarannya masih tetap kok pakai botol plastik. Selamanya bakal kayak gitu, pakai botol plastik terus. Lumayan loh sekarang sudah agak berkurang sampah botol plastiknya, mungkin dikumpulin orang-orang untuk naik Suroboyo Bus,” kata Wali Kota Risma.

Seperti diketahui, bagi penumpang yang akan naik Suroboyo bus harus membawa 5 botol ukuran tanggung, 3 botol besar, 10 gelas air mineral, kantong plastik (kresek) dan kemasan plastik.

Penumpang dapat menukarkan jenis-jenis sampah di bank sampah, drop box halte, dan drop box terminal Purabaya yang telah bekerjasama dengan Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau. Selanjutnya tukarkan sampah dengan kartu setor sampah untuk ditukar dengan tiket Suroboyo Bus. 

“Dengan bus ini headway-nya bisa untuk memperpendek jaraknya. Saya harapkan dengan adanya penambahan bus ini, bisa memperbaiki kualitas udara, mengurangi kemacetan, dan pastinya nyaman untuk masyarakatnya,” tambahnya.

Adanya penambahan armada bus, diakui akan mempersingkat waktu penumpang saat menunggu di halte. Risma menjelaskan, dengan hanya butuh waktu 10 menit saja, penumpang sudah bisa duduk dengan nyaman.

Selain jarak waktu yang singkat, Risma mengatakan bus ini memiliki beberapa perbedaan dengan Suroboyo Bus sebelumya. Dari segi desain kaca, bus ini lebih rendah, sehingga para penumpang yang berada di dalam bus bisa terlihat jelas. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah kejahatan dan pelecehan seksual.

“Selain itu, modifikasi bentuk, dari sisi eksterior, ada perbaikan di sisi belakang bus, sehingga lebih bagus,” jelasnya. Sedangkan untuk kapasitas dan tipenya, masih sama seperti armada Suroboyo Bus yang sudah ada sebelumnya, yaitu dapat memuat 67 penumpang, termasuk yang berdiri, orang difabel, dan perempuan. Bus ini juga dilengkapi Global Positioning System (GPS) dan Closed Circuit Television (CCTV), sehingga bus ini sangat aman dan nyaman.

Kadishub Surabaya Irvan Wahyudrajat menjelaskan, dengan bertambahnya 10 unit armada Suroboyo Bus ini, maka diharapkan para penumpang yang menunggu kedatangan Suroboyo Bus tidak lama-lama berada di halte. Selama ini, para penumpang itu menunggu sekitar 30 menit sampai 1 jam.

“Nah, kami harapkan nanti kalau ini sudah jalan semuanya, para penumpang hanya menunggu sekitar 10-20 menit, baik rute timur-barat dan utara-selatan,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan, pembagian rute 10 unit bus yang baru ini akan disesuaikan dengan permintaan. Meskipun yang lebih diprioritaskan adalah rute barat-timur, tapi rute utara-selatan juga perlu ada tambahan, karena permintaannya sangat tinggi.

“Nanti ketika jam-jam sibuk, kita akan buat lebih pendek juga waktu pemberangkatannya, tapi ketika sudah siang, mungkin sudah mulai diperpanjang lagi,” imbuhnya.

Selain menambah armada Suroboyo Bus, Dishub Surabaya juga akan menambah delapan halte bus pada tahun ini. Delapan halte itu rencananya akan dibangun di depan UIN, Royal, depan Joyoboyo, Mayjen Sungkono depan KPU, Mayjen Sungkono sebelah SPBU, HR Muhammad sekitar Masjid At-taqwa, Dharmawangsa sekitar rumah sakit Dr Soetomo, dan Kertajaya Indah sebelah bundaran ITS.

Untuk penambahan 10 unit baru armada Suroboyo Bus ini bukan hanya persoalan transportasi semata. Namun, lebih dari itu untuk lingkungan, karena nanti diharapkan masyarakat yang biasanya memakai mobil pribadi, bisa beralih ke angkutan umum.

Ketika angkutan umum ini bisa menjadi alternatif, maka jalan tidak akan macet. “Nah, ketika jalan tidak macet, maka perekonomian pun akan lancar, efisiensi kota jadi lebih baik,” katanya.

Bahkan, ia juga berharap para pelajar yang masih belum memiliki SIM dan belum cukup umur diharapkan menggunakan angkutan umum ini sehingga angka kecelakaan dapat ditekan. “Jadi, ini untuk keselamatan juga. Saya harap dengan bus ini pelajar juga bisa memanfaatkannya. Selain ada Bus Sekolah, juga bisa naik Suroboyo Bus,” pungkasnya.[ifw/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar