Politik Pemerintahan

Sumber Air Wendit Terus Menurun, Kota Malang Bakal Optimalkan Sungai

Malang (beritajatim.com) – Wali Kota Malang Sutiaji saat meninjau sumber air PDAM Kota Malang di Wendit, Jumat (14/6/2019) mengatakan bahwa sumber air yang ada di wilayah Kabupaten Malang itu dalam 10 hingga 20 tahun kedepan sudah tak bisa digunakan. Sebab, debit air terus mengalami penurunan setiap tahun.

“Kita akan optimalkan sumber air di Merjosari. Selain itu pemanfaatan air permukaan di Sungai Rolak untuk mengurangi ketergantungan sumber. Sumber di Wendit ini pelan-pelan juga berkurang. Ini untuk mengurangi ketergantungan sumber air,” kata Sutiaji.

Sutiaji mengungkapkan hasil tinjauanya, ambang wajar sumber air di Wendit sekira 2,5 meter. Namun, kini tinggal 1 meter hingga 1,5 meter saja. Hal ini, menyebabkan distribusi air ke masyarakat menjadi tidak maksimal. Sebagai antisipasinya, PDAM Kota Malang bakal membangun beberapa sumber air baru berupa sumur bor, dan pemanfaatan sumber air seperti yang ada di Merjosari.

“Turun dari ambang wajar, Ini berpengaruh pada distribusi. Kami akan lakukan skema lain untuk dekatkan air baku ke masyarakat. Saya targetkan 2020 atau 2021 sudah terealisasi,” papar Sutiaji.

Sementara itu, Dirut PDAM Kota Malang Nor Muhlas mengatakan, Kali Rolak bakal dibuat menyerupai bendungan. Fungsinya menampung air. Nantinya, air di Kali Rolak bakal dimanfaatkan untuk kebutuhan air permukaan melalui proses water treatmen.

“Apalagi dibanding Surabaya, air di Kali Rolak lebih bagus. Sehingga proses water treatment dan filtrasi tidak terlalu berat dan berimplikasi pada biaya. Memang uji lab belum keluar, tapi kualitas air lebih bagus dibandingkan Surabaya,” tandas Muhlas.

Muhlas menjelaskan, selama ini PDAM tak pernah menjual air ke masyarakat. Menurutnya, PDAM bergerak dibidang jasa penyaluran air, tugasnya menyalurkan air ke masyarakat. Dia berharap nilainya tidak terlalu tinggi, jika harganya terlalu tinggi nantinya PDAM bakal melakukan subsidi silang. [luc/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar