Politik Pemerintahan

Sumber Air PDAM pun Terdampak Kemarau

Direktur PDAM Tirta Dharma Ponorogo Lardi.(foto : Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Untuk kebutuhan pelayanan air di bumi reyog, PDAM Tirta Dharma Ponorogo tahun ini membangun lagi dua sumur. Dari jumlah tersebut, satu sumur sudah beroperasi. Sementara, satu sumur lainnya akan mulai digarap pada bulan ini. Dua unit sumur baru itu berada di kecamatan Balong dan kota.

“Jaringan di kota sudah overload, maka kita bangun lagi sumur di daerah tersebut,” kata Direktur PDAM Tirta Dharma Ponorogo Lardi, Selasa (8/10/2019).

Keputusan untuk membangun sumur itu, kata Lardi sudah melalui kajian teknis yang mendalam. Karena biaya yang digunakan PDAM Tirta Dharma itu menggunakan modal milik PDAM sendiri. Layaknya sebuah perusahaan, Lardi menyebut pembuatan sumur itu dilakukan dengan matang, dan tidak sembarangan.

“Biaya pembuatan sumur itu antara Rp 160 juta hinggaRp 190 juta. Jadi kami harus berhati-hati dalam berinvestasi. Apalagi biayanya tidak menggunakan APBD Ponorogo,” katanya.

Kemarau yang melanda Ponorogo saat ini, diakui Lardi juga berdampak pada pelayanan masyarakat yang menggunakan jasa PDAM Tirta Dharma Ponorogo. Pasalnya sejumlah sumur milik PDAM juga mengalami kekurangan air. Dia mencontohkan sumur di kecamatan Slahung yang sumbernya menurun drastis. “Dihari biasanya sumur tersebut bisa mencukupi sekitar lima liter air per detik, sekarang menurun jadi dua liter air saja,” pungkasnya.(end/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar