Politik Pemerintahan

Subway Surabaya Siap Direalisasi, Ini Kata Akademisi

Surabaya (beritajatim.com) – Pengamat transportasi publik Gigih Prihantono menilai subway bisa menjadikan Surabaya sebagai kota penghubung (Hub).

Transportasi publik dikatakan Gigih pada prinsipnya adalah sebagai penghubung. ’’Karena sifatnya sebagai konektifitas,’’ katanya, Senin (12/8/2019).

Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unair Surabaya ini menerangkan, sarana transportasi saat ini lebih banyak diakses oleh masyarakat yang berada dari wilayah pinggiran menuju tengah kota.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan tahun 2012 lalu, jumlah pengguna transportasi mencapai tiga ribu orang per menit. Sehingga hal tersebut dirasa perlu adanya sebuah terobosan untuk menekan kepadatan transportasi.

’’Selain untuk menekan pengeluaran, transportasi publik juga harus membangkitkan perekonomian yang dilintasi. Karena perekonomian di Surabaya juga ditopang dari luar, selain dari warga asli Surabaya sendiri,’’ terang Gigih.

Oleh karena itu, ide Wakil Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana untuk membangun transportai subway dikatakan Gigih memerlukan perubahan RT/RW kota Surabaya jika ingin terealisasi.

Disisi lain, untuk mengkongkritkan langkah Pemkot dalam mewujudkan subway terlebih awal adalah membangun feeder dan merevitalisasi angkutan umum.

Selain relatif biaya lebih murah, nantinya bisa terkoneksi dengan lintasan bawah tanah. ’’Selain itu juga perlu adanya penambahan _Central Business Distrik (CBD)_ baru yang akan menunjang dari transportasi (subway),’’ ujar pria berkacamata ini.

Diketahui, Pemkot Surabaya berencana membangun transportasi bawah tanah (subway). Pembangunan tersebut tidak hanya sebagai sarana transportasi modern. Melainkan juga mengubungkan seluruh zona perekonomian di kota Pahlawan.ifw

Apa Reaksi Anda?

Komentar