Politik Pemerintahan

Suara Hilang di TPS, Caleg Hanura Kota Kediri Ancam Gugat KPU

Kediri (beritajatim.com) — Caleg DPRD daerah pemilihan (dapil) Kota Kediri satu, Sonny Ariwibowo akan menggugat penyelenggara Pemilu 2019 karena dugaan kecurangan. Suara caleg nomor urut 5 ini ditengarai banyak yang hilang di TPS.

“Saya bersama beberapa relawan saya merasa kuat dugaan kami ada suatu kecurangan. Ada beberapa suara kami telah dicoblos bersama keluarga hilang,” kata Sonny Ariwibowo didepan kediaman Ketua DPC Partai Hanura, Kota Kediri, Budi Santoso, Jumat (18/4/2019).

Sonny bersama puluhan relawannya meluruk rumah Ketua DPC Partai Hanura untuk meminta rekapitulasi hasil Pemilu 2019. Dimana, saksi partai politik nomor 13 itu telah mengumpulkan peroleh suara melalui form C1 dari tiap TPS. Bukti tersebut akan dijadikan lampiran untuk menggugat KPU.

Masih kata Sonny, para relawan inti telah memberikan suara kepadanya. Bahkan bersama keluarga dan kerabatnya masing-masing. Dukungan tersebut juga disertai surat pernyataan yang dapat dipertanggung jawabkan.

Seperti misalnya, Teguh Wicaksono. Dia bersama keluarga memberikan pilihan kepada Sonny Ari Wibowo di TPS 04 SMP Dhoho Kota Kediri. Tetapi, saat dilakukan penghitungan oleh KPPS, perolehan suara Sonny di TPS tersebut hanya satu suara.

“Jam 11.00 WIB saya bersama keluarga memilih Caleg Hanura Kota Kediri nomor 5. Tetapi yang terjadi, suara pak Sonny hanya dapat satu,” jelas Teguh Wicaksono.

Teguh adalah satu dari sekian banyak relawan sejati Sonny. Dari awal sebelum pencoblosan mereka berkomitmen untuk mendukung dan memberikan suaranya beserta keluarga. Tetapi, perolehan suara Sonny di tiap-tiap TPS tempat mencoblos relawan hanya mendapat satu suara saja.

Sonny Ariwobowo, mendesak Ketua DPC Partai Hanura Kota Kediri Budi Santoso untuk memberikan hasil rekapitulasi suara yang dikumpulkan oleh para saksi di tiap TPS. Bukti perolehan suara tersebut akan digunakan untuk bahan menggugat KPU sebagai penyelenggara Pemilu.

Sayangnya, saat didatangi puluhan relawan, Ketua DPC Partai Hanura Kota Kediri tidak ada di tempat. Yang bersangkutan juga tidak dapat dihubungi melalui telepon genggamnya.

Terpisah, Komisioner KPU Kota Kediri, Mohammad Wahyudi mempersilahkan pihak yang keberatan terhadap hasil Pemilu untuk mengajukan keberatan. “Bagi pihak yang merasa keberatan terhadap hasil Pemilu, bisa mengisi form C2 keberatan,” ungkap Wahyudi.

Menurut Wahyudi, keberatan seharusnya diajukan sejak penghitungan suara di TPS. Sebab, saat ini sudah memasuki tahapan rekapitulasi suara tingkat PPK di Kecamatan. Peserta pemilu tidak bisa meminta penghitungan ulang, apabila saksi partai politik di TPS sudah menandatangani hasil penghitungan di form C1 plano. [nng/ted].

Apa Reaksi Anda?

Komentar