Politik Pemerintahan

Pilwali Surabaya 2020

Sosok Mahfud Arifin di Mata Rais Aam PBNU

Bakal Calon Wali Kota Surabaya Mahfud Arifin (peci hitam) bersama Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar

Surabaya (beritajatim.com) – Menuju Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya 2020 Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin terus mendapatkan dukungan dari para tokoh Nahdlatul Ulama (NU). Kali ini doa dan dukungan untuk mantan Kapolda Jatim ini datang dari Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar.

Miftachul Akhyar mengatakan, Surabaya sangat membutuhkan sosok pemimpin yang terampil dan mampu meningkatkan kualitas pendidikan umat. Nah, sosok Machfud Arifin dinilai cocok untuk memimpin Surabaya kedepan.

“Saya sangat mengenal Bapak Machfud, beliau seperti anak saya sendiri. Begitu menjadi Kapolda Jatim, beliau langsung ke sini, lalu memaparkan program-programnya. Antara lain rawa yang semula kurang begitu indah, disulap menjadi masjid yang cukup megah,” ungkap Kiai Miftah yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Rabu (29/1/2020).

Kiai Miftah menuturkan, Machfud Arifin mampu membawa perubahan yang lebih baik, karena sudah banyak keberhasilan yang ditorehkan oleh mantan Kapolda Kalimantan Selatan ini, salah satunya sukses dalam memimpin Polda Jawa Timur.

“Dalam hal pembangunan, beliau (Machfud Arifin) sangat berpengalaman, itu terbukti sejak jadi Kapolres bahkan Kapolda di tiga wilayah hingga sampai ke Jawa Timur. Jawa Timur adalah ukuran, standar keberhasilan seorang pemimpin, Surabaya perlu sentuhan Machfud Arifin agar bisa semakin maju. Apalagi Bapak Machfud ini mudah diajak bicara, beliau orangnya terbuka, mudah diberi masukan dan konsinten,” katanya.

Mantan Rais Syuriyah PWNU Jatim ini juga menjelaskan, masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki di Kota Surabaya. Terutama dalam dunia pendidikan diniyah yang selama ini belum tersentuh oleh pemerintah kota Surabaya. “Surabaya terkenal kota religi, namun pendidikan diniyah atau pendidikan pesantren belum mendapat sentuan dari pemerintah,” paparnya.

Kiai Miftah, berharap, Machfud Arifin menjadi peletak dasar perubahan untuk pembangunan Surabaya kedepannya lebih maju. Selain menjadi kota metropolitan, tapi juga mampu menjadi kota yang terbesar kedua, dan dapat melahirkan kader-kader atau generasi-generasi terbaik untuk masa depan.

“NU kan bukan partai, tapi kan kita sebagai warga punya kewajiban memikirkan masa depanya. Mana program yang terbaik untuk umat. NU itu juga punya keinginan, program bagaimana menyejahterakan rakyat dalam kebaikan. Bukan sekedar sejahtera, istilahnya makmur adil dalam kesejahteraan, tentu itu proyek besar dalam NU dan dalam Islam itu sendiri,” jelasnya.

Selain itu, Kiai Miftah juga mengatakan bahwa Machfud Arifin adalah orang NU, meski tidak menduduki jabatan struktural di NU. “Pak Machfud ini NU banget, semua amaliah di NU beliau sudah lakukan. NU itu tidak harus struktural, justru kultural itu lebih berwibawa. Yang lebih besar umumnya dari pada struktural. Kalau struktural itu hanya bagi bagi tugas saja,” urainya. [ifw/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar