Politik Pemerintahan

Sinergi DPRD dan Disnaker Kabupaten Kediri Tekan Angka Pengangguran

Kediri (beritajatim.com) – DPRD Kabupaten Kediri mendorong lahirnya program penyerapan tenaga kerja untuk menekan angka pengangguran. Meskipun tahun 2019, tingkat pengangguran di Kabupaten Kediri menurun, kalangan dewan berharap tahun ini bisa lebih rendah lagi.

“Poin penting yang kami tangkapan dalam RDP (Rapat Dengar Pendapat) hari ini tentang penurunan angka pengangguran tahun 2018 sebesar 4,25 persen menjadi 3,68 persen tahun 2019. Tetapi perlu flashback, tahun 2017 angkanya sudah di 3,18, artinya capaian tahun 2018 tidak sebagus tahun 2018,” kata Khusnul Arif, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri usai RDP di Gedung DPRD, Kamis (23/1/2020).

Komisi IV menggelar RPD dengan Dinas Tenaga Kerja setempat. Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi IV DPRD, Mudhofir dan dihadiri langsung Kepala Disnaker, Ir. Dwi Hari Winarno, Sp, PSDA. Dalam rapat tersebut, kalangan dewan mempertanyakan serapan anggaran tahun 2019 dan persiapan dalam menyambut tahun 2020 ini. Dalam materi pembahasan angka pengangguran, DPRD minta agar Disnaker memiliki terobosan untuk menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya. Namun, karena tugas tersebut tidak hanya berada di tangan Disnaker, DPRD berharap adanya kolaborasi dengan SKPD terkait, seperti Dinas Sosial dan Dinas Pendidika.

Masih kata Khusnul, DPRD memberikan beberapa masukan yang dapat ditindaklanjuti oleh Disnaker. Salah satunya fokus dalam program tertentu.

“Tahun 2020 angka kebutuhan kerja terkait UMKM dominan. Maka harusnya ada analisa disitu. Disnaker bisa memberi bimbingan pelatihan berkaitan UMKM. Seperti SMK tahun kemarin bisa mengikuti program pelatihan 4 ribuan orang. Kalau tahun 2020 dengan populasinya meningkat, maka pelatihan berkaitan SMK ditingkatkan lagi,” pintanya.

Terpisah, Kepala Disnaker Kabupaten Kediri Ir. Dwi Hari Winarno, Sp, PSDA mengatakan, pada tahun 2020 pihaknya telah merangcang program penempatan kerja dan peningkatan kualitas tenaga kerja. Sementara prioritasnya pada penempatan tenaga kerja ke luar negeri. Pasalnya, rata-rata setiap tahun dapat memberangkatkan hampir 5 ribuan orang TKI dari Kabupaten Kediri.

“Untuk program padat karya, bentunya bantuan keuangan khusus pemerintah desa. Tahun depan bisa mengalokasikan untuk 30 desa. Dananya langsung masuk ke pemerintah desa, menjadi bagian kerja, dan dilaksanakan sendiri secara pemberdayaan oleh desa tersebut” beber Dwi.

Sementara itu, untuk program peningkatan kualitas tenaga kerja dilakukan Disnaker melalui berbagai pelatihan ketrampilan. Tahun 2020 ini, ada empat bidang pelatihan yang sudah dirancang. Antara lain, pelatihan tata boga, menjait, tehnik mesin dan tehnik sepeda motor. Berbagai program tersebut bertujuan untuk menekan angka pengangguran di Kabupaten Kediri.

“Tahun 2019 angka pengguran turun. Semula di tahun 2018 sebesar 4,25 persen menjadi 3,68 persen, semoga kedepan bisa turun lagi. PR (Pekerja Rumah) kita dalam peningkatan kualitas tenaga yang terampil tidak bisa membantu modal, karena regulasinya belum diatur. Sebab, mereka perseorangan, sementara yang bisa berbadan hukum,” jelas Dwi.

Tahun ini Disnaker menargetkan peningkatan kualitas pelatihan hingga ratusan orang. Selain itu, Disnaker akan menyerap banyak tenaga kerja melalui pembukaan bursa kerja atau job fair. Dalam setahun ke depan, Disnaker akan mengadakan satu kali job faib dan dua kali minin job fair.

“Dari sisi peningkatan kualitas pelatihan rata-rata hampir 500 orang per tahun. Melalui bursa lowongan kerja bisa terserap mencapai 500 orang. Sehingga bisa menekan angka pengangguran. Kemudian masih ada program job fair. Dimana, job fair besar satu kali dan mini job fair dua kali. Besar lowongan untuk bursa kerja besar bisa mencapai 2 ribu lebih lowongan pekerjaan. Sedangkan job kecil ada 700-800 lowongan,” tutup Dwi. [nm/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar