Politik Pemerintahan

Sidak Layanan Publik, Walikota Mojokerto Temukan Absensi di RSU Secara Manual

Mojokerto (beritajatim.com) – Di hari pertama pasca libur Hari Raya Idul Fitri, Walikota Mojokerto melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Walikota sempat meminta melihat server fingerprint untuk mengetahui tingkat kehadiran pegawai.

Meski terdapat fingerprint namun, pegawai rumah sakit plat merah milik Pemkot Mojokerto tersebut masih menggunakan absensi secara manual. Sehingga di ruang server fingerprint banyak yang tidak tercetak tingkat kehadirannya.

Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, pelayanan publik ada di kesehatan yakni di rumah sakit, Dispendukcapil dan Perizinan. “Tiga itu yang menjadi inti dari pelayanan publik untuk pemerintahan,” ungkapnya, senin (10/5/2019).

Sehingga, lanjut Ning Ita (sapaan akrab, red), Pemkot Mojokerto menjadikan tiga bidang tersebut fokus perhatian. Ditambah lagi, di layanan kesehatan tidak mengenal libur meskipun di Hari Raya Idul Fitri harus tetap melayani 24 jam dalam kondisi apapun.

“Hasil sidak, semua dalam kondisi bagus. Tinggal membenahi hal yang sistem (fingerprint, red). Jadi ini terkait administrasi kepegawaian, bagaimana supaya lebih tertib. Apalagi di pemerintahan saya ini, saya akan fokus smart city. Salah satunya SPBE,” jelasnya.

SPBE yakni Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. Layanan publik menjadi sebuah dinas motivator dinas yang lain karena ketiga layanan publik tersebut akan lebih dulu menerapkan layanan SPBE. Ning Ita menambahkan, jika tidak ada kehadiran maka akan mempengaruhi tambahan penghasilan (Tamsil).

“Tidak ada tambahan sanksi jika ada yang membolos hari ini karena itu nantinya sudah akan mempengaruhi tamsil. Sistem (fingerprint, red) ini disiapkan untuk mempermudah kerja tapi kalau tidak dimanfaatkan akhirnya tidak akan ada hasilnya,” ujarnya.

Ning Ita berharap teknologi tersebut bisa dimanfaatkan secara maksimal sehingga fungsi dari pengendalian bisa dimaksimalkan untuk kinerja karyawan. Di hari pertama masuk kerja pasca liburan, Pemkot Mojokerto dibagi tim untuk melakukan sidak.

Menanggapi hal tersebut, Direktur RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, dr Sugeng Mulyadi mengatakan, sistem manajemen SDM di rumah sakit mendapatkan masukan. “Tadi pagi ada halal bihalal, semua masuk kecuali shift sore, siang. Ada absensinya,” tuturnya.

Masih kata dr Sugeng, bulan Januari 2019 sudah melalui sistem dari fingerprint namun ada masalah. Sehingga sejak bulan Februari melakukan absensi manual selama sistem masih ada masalah, namun programer sudah melakukan perbaikan.

“Jadi sebenarnya, sudah biasa. Habis itu tidak ada, belum diperbaiki sehingga absensi secara manual. Namun memang manual itu ada kejelekannya sehingga Bu Wali meminta memakai IT dan dalam waktu dekat kita akan pakai IT,” tambahnya.

Menurutnya sebetulnya sudah ada, tinggal masukan dari programer. Menurutnya semua pegawai di RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto masuk semua, tidak ada yang absen tidak masuk kerja.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar