Politik Pemerintahan

Siapkan Pemuda Hadapi Revolusi Industri 4.0, Ini Solusi Emil Dardak

Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mengajak agar generasi millenials tidak apatis dan memiliki daya saing tinggi dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0. Hal itu Ia ungkapkan di Sidang Pleno Aliansi BEM Surabaya.

“Dunia terus berkembang dan berubah. Dulu mahasiswa kuliah ambil Jurusan Akuntansi atau Keuangan untuk bisa kerja di bank, saat ini sudah tergantikan dengan mesin ATM,” kata Emil pada acara yang digelar di Unitomo itu.

“Dulu aktivitas kerja memerlukan kantor, saat ini bisa dilakukan di rumah. Sehingga bangunan perkantoran mulai mengalami kesulitan. Jadi Banyak sekali tantangan ke depan,” tambahnya.

Dengan fenomena yang ada itu, Emil mengajak agar millenials mau mengembangkan visinya serta mendorong mereka untuk berwirausaha. Pemprov Jatim, melalui program Millenials Job Center, bakal menjadi fasilitator bagi mereka agar bisa berkembang.

Millenials Job Centre nantinya berusaha mengambil pendekatan baru dan kemudian melatih seseorang untuk menjual  kemampuan, bukannya mencari pekerjaan. Namun orang dilatih bagaimana mengeksplorasi  kemampuan dirinya secara profesional melalui hubungan komunkasi di jaringan daring. Sehingga, dengan demikian, kalangan muda dapat bersaing untuk mendapatkan peluang-peluang usaha yang ada,” jelas doktor Jurusan Ekonomi Pembangunan itu.

“Dengan banyaknya tantangan tersebut,  Millenials Job Center, diperkuat juga dengan program Dream Team Science Techno Park (STP), untuk kelompok remaja berjumlah sedikitnya 5 sampai 10 orang dari kalangan Sekolah Menengah Khusus (SMK), D3, dan S1, selain juga kelompok rintisan usaha dari masyarakat umum di berbagai daerah,” pungkas Emil.

Pada kesempatan yang sama, sosok pengusaha muda Bayu Airlangga turut memberikan tips berbisnis bagi para millenials. Menurut menantu Pakde Karwo itu, ada hal esensial yang tak boleh dilupakan ketika berbisnis. “Saya, sebelum jadi seperti sekarang ini, sempat 4 kali gagal dalam berbisnis. Lalu kemudian saya sadar. Ada dua hal utama yang belum saya lakukan.Pertama bersedekah dan kedua meminta restu dari Ibu,” ujar Bayu.

“Ketika saya lakukan itu, saya sisihkan modal langsung untuk bershodaqoh lalu meminta restu Ibu, bisnis saya  berjalan lancar. Itu cerita saya, mungkin bisa menjadi motivasi tersendiri,” pungkas pengusaha dengan gelar Sarjana Hukum itu. [ifw/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar