Politik Pemerintahan

Siaga Bencana Kekeringan, Pemprov Jatim: Ada 24 Daerah Rawan

Surabaya (beritajatim.com) – Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Suban Wahyudiono memastikan dalam waktu dekat pemprov akan menerbitkan surat edaran bagi bupati/walikota terkait siaga bencana kekeringan.

“Puncak musim kemarau diprediksi BMKG terjadi pada bulan Agustus. Tapi kami sudah mulai siaga untuk mengantisipasi bencana kekeringan itu lebih dini. Ada 24 kabupaten/kota di Jatim yang rawan kekeringan, yang tersebar di 180 kecamatan dan 566 desa. Surat edaran gubernur akan segera dikirim dalam waktu dekat,” katanya kepada wartawan di kantornya, Selasa (18/6/2019).

Berdasarkan data pemetaan BPBD Jatim dan BPBD kabupaten/kota, kata dia, Sampang menjadi daerah tertinggi karena ada 67 desa rawan bencana kekeringan, disusul Tuban 55 desa rawan kekeringan, kemudian Ngawi, Pacitan dan Lamongan.

“Kami sudah memanggil BPBD kabupaten/kota untuk melakukan pemetaan atau maping wilayah rawan kekeringan. Langkah ini dilakukan untuk menyiapkan anggaran dan droping kebutuhan air bersih. Biasanya untuk awal-awal bencana kekeringan, menggunakan anggaran BPBD kabupaten/kota dulu. Baru kemudian kalau sudah habis anggarannya, baru mengusulkan permintaan bantuan anggaran ke provinsi,” jelasnya. (tok/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar