Politik Pemerintahan

Serapan Anggaran Pertanian Jember Sangat Rendah

Abdul Muqit Arief

Jember (beritajatim.com) – Serapan anggaran pertanian selama enam bulan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur, tahun ini sangat rendah, hanya hanya 6,32 persen dari nominal Rp 16,024 miliar atau setara dengan Rp 1,013 miliar.

Kondisi ini semakin diperparah dengan pergeseran anggaran Rp 25 miliar dari pos pembangunan irigasi tersier persawahan ke perbaikan jalan dan jembatan hanya karena persoalan administratif dalam Perubahan APBD 2019.

“Kami meminta bupati untuk menganggarkan kembali Rp 25 miliar untuk pembangunan irigasi tersier pada 2020. Kalau memungkinkan, dinaikkan menjadi Rp 50 miliar, sehingga permasalahan kelancaran irigasi persawahan semakin baik,” kata juru bicara Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Nur Hasan.

Nur Hasan mengingatkan, hampir 50 persen masyarakat Jember bekerja di sektor pertanian. “Sudah sewajarnya kalau APBD kita berpihak kepada petani,” katanya.

Wakil Bupati Abdul Muqit Arief beralasan, rendahnya serapan tersebut dikarenakan pada semester pertama APBD 2019, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan terfokus pada verifikasi kelompok tani dan gabungan kelompok tani.

“Ini bentuk updating data base kelembagaan petani, sehingga diharapkan ke depan proses pelaksanaan kebijakan pertanian tepat sasaran,” katanya. Selain itu, banyak rencana kegiatan dinas yang baru terlaksana pada semester kedua. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar