Politik Pemerintahan

Sempat Diwarnai Protes Hingga Demo, Pemilu di Pamekasan Akhirnya Rampung

Pamekasan (beritajatim.com) – Ketua Bawaslu Pamekasan, Abdullah Saidi menyatakan proses rekapitulasi suara hasil pemilu 2019 di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam, sudah rampung alias selesai.

Sekalipun selama proses rekapitulasi tingkat kabupaten yang digelar KPU Pamekasan, juga sempat diwarnai protes dan keberatan dari sejumlah saksi partai politik (parpol). Bahkan beberapa di antaranya juga berisi demonstrasi ke kantor yang dipimpinnya.

“Prinsipnya proses rekapitulasi tingkat kabupaten sudah selesai, artinya sekarang sudah menjadi tanggungjawab provinsi,” kata Ketua Bawaslu Pamekasan, Abdullah Saidi, Minggu (12/5/2019) malam.

Tidak hanya itu, berbagai keberatan ataupun sengketa hasil pemilu juga sudah menjadi wewenang provinsi Jawa Timur. “Kalau memang ada keberatan dari saksi atau partai politik, tolong disampaikan di tingkat provinsi,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga tidak menampik selama proses rekapitulasi di tingkat kabupaten terdapat beberapa keberatan yang diajukan para saksi parpol. Namun hal itu dapat diselesaikan oleh penyelenggara pemilu. “Jadi sesuai ketentuan, semua keberatan sudah tertuang di TP2, nantinya akan dibahas di tingkat provinsi,” jelasnya.

“Dari itu kami mengimbau masyarakat agar tidak memperdebatkan hasil rekapitulasi hasil pemilu, sekalipun ada beberapa saksi yang keberatan terhadap hasil pemilu,” sambung pria yang akrab disapa Saidi.

Sementara Ketua KPU Pamekasan, Moh Hamzah menilai pelaksanaan pesta demokrasi yang digelar serentak 17 April 2019 lalu. Berlangsung aman, tertib, lancar dan kondusif berkat partisipasi semua pihak. “Siapapun yang nantinya terpilih, semua keputusan dibuat KPU Pusat,” pungkasnya.

Sebelumnya Bawaslu Pamekasan, juga merekomendasikan KPU setempat agar mengusulkan ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) di dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) berbeda di kecamatan Kadur.

Rekomendasi tersebut diberikan menyusul adanya laporan dugaan penyimpanan pemilu di dua TPS berbeda di kecamatan Kadur, yakni di TPS 25 dan 26. Laporan tersebut disampaikan massa pendukung salah satu Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pamekasan. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar