Politik Pemerintahan

Sekretaris DPD PAN Kota Malang Temukan Surat Mandat Saksi Palsu

Malang (beritajatim.com) – Surat mandat saksi dari Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Malang diduga dipalsu orang tak bertanggung jawab. Ditemukannya surat mandat palsu ini, diketahui langsung oleh Sekretaris DPD PAN Kota Malang, Dito Arief Nurakhmadi,S.AP, Senin (29/4/2019) siang ini.

Dito menceritakan, kejadian ini terungkap saat dirinya, bermaksud mencocokkan data perolehan suara di tingkat PPK Lowokwaru, Kota Malang. Dito sendiri adalah Caleg PAN dari Dapil 5 Lowokwaru, Kota Malang.

“Hal ini terungkap saat kita mau klarifikasi atau mencocokkan hasil perolehan suara saya di PPK Lowokwaru. Ternyata kami temukan surat mandat saksi yang kita duga ini palsu,” terang Dito.

Surat mandat ini, beber Dito, berbentuk foto copy. Kop surat juga bukan dari DPD PAN Kota Malang. Melainkan dari PAN Jawa Timur. Kecenderungan surat mandat saksi palsu itu, juga terungkap melalui tanda tangan dirinya. Serta, stempel Partai biasanya yang megang adalah sekretaris.

“Tanda tangan saya dipalsu. Stempel partai itu biasanya dipegang oleh sekretaris. Padahal saya tidak pernah mengeluarkan stempel seperti dalam surat mandat tersebut,” tegas Dito.

Dito melanjutkan, pihaknya tak mau berspekulasi siapa orang yang ingin mengacaukan perolehan suara partai dan perolehan suara dirinya pasca Pileg tahun ini. Hanya saja, pemalsuan surat mandat ini sudah keterlaluan dan masuk ranah pidana.

“Saya akan laporkan masalah ini ke Polresta Malang. Karena ada tanda tangan saya yang dipalsu,” urainya.

Masih kata Dito, dari hasil penelusuran dirinya, identitas sesuai NIK yang tertera dalam surat mandat saksi palsu itu tidak sesuai. “Kami punya 9 orang saksi yang sah. Dan nama yang tertera dalam surat mandat saksi palsu itu, tidak ada dalam daftar saksi kami di PAN Kota Malang. Kami akan usut masalah ini,” ucapnya.

Dito menambahkan, dari hasil perolehan suara yang ia pantau dan kawal secara internal, memperoleh suara sebanyak 2.232 suara untuk Dapil Lowokwaru, Kota Malang. “Kalau data internal kami dapat suara 2.232. Ini data kami, kita ingin cocokkan ditingkat PPK. Ternyata kami ketahui ada surat mandat saksi yang palsu. Kop surat, stempel dan tanda tangan saya dipalsu,” Dito mengakhiri. [yog/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar