Politik Pemerintahan

Secara Teologis, Umat Katolik Juga Dilarang Golput

Surabaya (beritajatim.com) – Dhimas Anugrah, Caleg DPR RI No.2 dari Partai Solidaritas Indonesia, mengatakan dengan lugas bahwa umat Katolik tidak boleh abai terhadap tanggung-jawabnya sebagai warga negara

Umat Katolik, selain menerima Amanat Agung, juga memiliki Mandat Budaya. Mandat Budaya ini adalah sebuah keterlibatan aktif umat Katolik di dalam membangun masyarakat.

“Memang tidak semua orang terpanggil sebagai politisi atau birokrat, tetapi setiap warga negara berhak berpartisipasi dalam menentukan arah laju negaranya, yaitu dengan cara memilih orang-orang di eksekutif dan legislatif,” ujar Dhimas di hadapan massa Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) Cabang Surabaya, Minggu (31/3/2019).

“Bolehkah orang Katolik menjadi golput? Secara legal: Boleh-boleh saja. Namun, secara teologis dan moral: Tidak boleh. Karena umat Katolik bertanggung-jawab terlibat dalam membangun bangsanya. Kesejahteraan bangsa atau negara adalah kesejahteraan kita,” tambahnya.

Bagi Dhimas, alasan kebanyakan orang menjadi golput memang karena kualitas Parpol dan Caleg atau Calon Presiden yang kurang baik, juga karena tidak adanya kepercayaan rakyat kepada elite politik dan para pemimpin, baik di eksekutif maupun legislation, sehingga masyarakat apriori.

Angka golput pada Pemilu 1999 = 6,70% dengan tingkat partisipasi 93,30%. Angka golput pada Pemilu 2004 = 15.93% dengan tingkat partisipasi sebesar 84,07%. Angka golput pada Pemilu 2009 = 29,01%, dengan tingkat partisipasi 70,99 persen. Angka golput pada Pemilu 2014 = 24.89%, dengan tingkat partisipasi 75.11%

“Jika kita tidak memilih orang-orang terbaik dalam legislatif dan eksekutif, maka orang-orang jahatlah yang akan menguasai dan memperalat perpolitikan Indonesia,” jelas kandidat doktor dari Oxford, Inggris itu lugas.

“Baiknya, kita memlilih yang jelas-jelas melawan intoleransi dan korupsi, karena kedua hal ini adalah masalah utama bangsa kita. Gali informasi sebanyak-banyaknya mengenai Capres, Parpol, Caleg, atau Calon DPD,” pungkasnya. (ifw/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar