Politik Pemerintahan

SE Kementerian PUPR Tentang Sumber Air Rugikan Pemkab Malang

Malang (beritajatim.com) – Kebijakan Kementerian PUPR tentang Biaya Jasa Pengelolaan Sumber Daya Air (BJPSDA) dirasa merugikan Pemkab Malang. Karena dalam Surat Edaran (SE) Kementerian PUPR Nomor SA.02.03.-MN/253, polemik sumber mata air di wilayah ini, PDAM Kota Malang hanya diwajibkan membayar Rp 133 per meter kubik pada Pemkab Malang.

Nilai wajib bayar itu, juga masih harus dibagi dengan Perum Jasa Tirta 1 sebanyak Rp 33 per meter kubiknya. Ketua DPRD Kabupaten Malang, Hari Sasongko mengatakan, pihaknya telah mendatangi Kementerian PUPR di Jakarta, untuk mempertanyakan surat Kementerian PUPR No SA.02.03-Mn/253, 6 Febuari 2019 tersebut.

“Selasa kemarin kita datang ke sana, unsur pimpinan Pemkab Malang baik dari eksekutif maupun legislatif bersama kepala bakorwil datang ke kementerian PUPR untuk melakukan klarifikasi surat penjelasan yang dikeluarkan kementerian tersebut, dan berisi tetang masalah tarif,” ungkap Sasongko, Rabu (13/2/2019).

Kata Sasongko, dengan adanya SE tersebut, pihaknya beranggapan, BJPSDA sebesar Rp 133 tidak tepat, karena PDAM Kabupaten Malang hanya mendapatkan Rp 100 saja. Sementara Rp 33 dibayarkan kepada Perum Jasa Tirta I.

“Kebijakan Kementerian PUPR untuk memerintahkan PDAM Kota Malang membayar Rp 133 per meter kubik untuk pengolaan sumber air Wendit sangat tidak masuk akal. Apalagi PDAM Kabupaten Malang hanya mendapat Rp 100 saja. Karena sisanya diberikan kepada Perum Jasa Tirta I yang menaungi sumber air Wendit,” jelasnya.

Masih kata Sasongko, harga untuk setiap meter kubik air yang dikeluarkan dari Sumber Wendit tersebut dibawah usulan dari PDAM Kabupaten Malang yang seharusnya pihak PDAM Kota Malang membayar Rp 600 per meter kubik untuk BJPSDA pengolaan sumber Wendit.

“Jumlah yang berdasarkan SE itu terlalu rendah jika berdasarkan harga yang diusulkan PDAM Kabupaten Malang dan Pemerintah Kabupaten Malang. Karena, kami yang melakukan upaya-upaya konservasi untuk menjaga kelestarian sumber mata air tersebut,” pungkasnya. [yog/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar