Politik Pemerintahan

Berdiri di Atas Saluran Drainase

Satpol PP Kota Mojokerto Bongkar Lapak PKL

Mojokerto (beritajatim.com) – Tak hanya melakukan razia di tempat kos, anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto juga merazia sejumlah tempat berdagang pada Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di atas saluran drainase jalan protokol Kota Mojokerto.

Petugas gabungan menyisir sejumlah warung dan lapak milik PKL yang berada di atas saluran drainase. Sasaran pertama di sepanjang Jalan Benteng Pancasila (Benpas) Kelurahan Balongsari, Kecamatan Margesari, Kota Mojokerto.

Petugas membongkar lapak PKL yang terbuat dari bambu dan diangkat ke atas truk. Setelah dari Jalan Benpas, petugas menyisir warung yang menjadi bangunan liar di Jalan Mayjen Sungkono, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Dari Jalan Mayjen Sungkono, petugas bergerak ke Jalan Surodinawan, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto. Tak hanya membawa lapak milik PKL, petugas juga memperingatkan pedagang buah yang menggelar dagangannya di bahu jalan.

Kepala Satpol PP Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono┬ámengatakan, penertiban tersebut dilakukan karena bangunan berdiri di atas saluran drainase. “Ini melanggar Perda Nomor 3 Tahun 2003 tentang Ketertiban,” ungkapnya, Rabu (17/7/2019).

Menurutnya, razia tersebut tidak ada kaitannya dengan Adipura namun lebih kepada tugas dari Satpol PP. Dodik menambahkan, pihaknya akan memperingatkan yang bersangkutan agar tidak berjualan di jalan dan dilakukan pembinaan.

“Untuk PKL, kita hanya peringatkan agar tidak berjualan di pinggir jalan apalagi di atas saluran drainase. Tidak sampai tipiring, kasihan mereka cari nafkah dan tugas kita hanya memberikan peringatan saja,” tuturnya. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar